SIDOARJO – Tradisi Nyadran di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, diwarnai insiden tak terduga pada Sabtu (7/2) sore. Sebuah perahu yang dimodifikasi untuk membawa perangkat sound horeg seberat kurang lebih satu ton tenggelam ke dasar sungai saat proses persiapan acara.
Peristiwa ini menjadi viral setelah rekaman video warga beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, tampak dua perahu yang digabungkan menjadi satu untuk menopang tumpukan speaker raksasa, lighting, dan genset. Namun, saat musik mulai berdentum, perahu kehilangan keseimbangan dan perlahan miring hingga akhirnya karam.
Ironisnya, saat perahu mulai oleng, beberapa orang yang berada di atas tumpukan speaker terlihat masih santai dan tetap berjoget mengikuti irama musik sebelum akhirnya tercebur ke sungai bersama seluruh peralatan elektronik tersebut.
Kasat Polairud Polresta Sidoarjo, AKP Imam Yuwono, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat warga tengah melakukan cek sound untuk rangkaian acara tradisi Nyadran yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya.
"Penyebabnya diduga karena salah satu perahu tidak kuat menahan beban berat sound system serta getaran yang dihasilkan. Akhirnya perahu miring dan terbalik, membuat semua alat mulai dari genset hingga lighting ikut tenggelam," ujar AKP Imam, Minggu (8/2/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat lebih dari 10 orang yang menaiki perahu tersebut. Beban mati dari sound system milik vendor asal Jombang itu sendiri diperkirakan mencapai satu ton. Beruntung, meski peralatan elektronik mengalami kerusakan parah akibat terendam air, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh warga yang berada di atas perahu berhasil menyelamatkan diri.
Proses evakuasi peralatan dilakukan secara gotong royong oleh warga sekitar dengan pengawalan dari aparat kepolisian menggunakan perahu karet. Meski sempat diwarnai insiden tenggelamnya pengeras suara raksasa, warga Desa Balongdowo tetap melanjutkan tradisi tahunan menyambut bulan Ramadan ini dengan meriah pada hari Minggu pagi. (*)
Editor : Indra Zakaria