JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi mengumumkan penghentian sementara operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode libur Idulfitri 2026. Langkah ini berdampak pada seluruh kategori penerima manfaat, mulai dari anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, penyaluran terakhir untuk kategori anak sekolah telah dilakukan pada pertengahan Maret, sementara untuk kategori ibu hamil, menyusui, dan balita berakhir pada pekan ini seiring dimulainya masa libur hari raya.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa jeda operasional ini membawa dampak signifikan terhadap efisiensi anggaran negara. Diperkirakan, penghentian sementara program selama masa libur lebaran ini mampu menghemat anggaran mencapai kurang lebih Rp5 triliun. Meskipun penyaluran berhenti sejenak, BGN memastikan bahwa seluruh layanan akan kembali beroperasi secara normal dan serentak bagi semua sasaran penerima pada 31 Maret 2026 mendatang.
Selama masa jeda ini, BGN tetap fokus pada penguatan pengawasan pelaksanaan program dengan mengedepankan langkah-langkah preventif terhadap para mitra pelaksana di lapangan. Pendekatan yang dilakukan lebih menitikberatkan pada pembinaan dan peringatan agar para mitra tetap bekerja secara optimal serta transparan dalam pengelolaan anggaran. Strategi ini diambil untuk memastikan bahwa saat program kembali berjalan nanti, standar kualitas makanan dan akuntabilitas penggunaan dana tetap terjaga sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Melalui pengawasan yang ketat dan pendekatan pembinaan tersebut, pemerintah berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan tanggung jawabnya secara profesional. Fokus utama tetap tertuju pada orientasi kualitas layanan bagi masyarakat luas, sehingga tujuan jangka panjang dalam meningkatkan status gizi nasional dapat tercapai secara efektif dan tepat sasaran. (*)
Editor : Indra Zakaria