Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Membentang 2.772 Km, Pemerintah Matangkan Rencana Besar Jalur Kereta Api Trans-Kalimantan

Redaksi Prokal • Jumat, 24 April 2026 | 08:45 WIB
Ilustrasi rel kereta lintas Kalimantan.
Ilustrasi rel kereta lintas Kalimantan.

PROKAL.CO- Pulau Kalimantan bersiap menyongsong era baru transportasi massal melalui rencana ambisius pembangunan jaringan kereta api sepanjang 2.772 kilometer. Proyek raksasa ini dirancang untuk mengoneksikan seluruh pelosok Kalimantan, mulai dari wilayah utara, timur, selatan, tengah, hingga barat, guna memperkuat konektivitas antarwilayah serta menekan tingginya biaya logistik nasional.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa saat ini pemerintah tengah melakukan penghitungan dan perencanaan yang sangat matang sebelum proyek tersebut benar-benar dieksekusi. Langkah ini diambil mengingat kompleksitas pembangunan infrastruktur di daratan Kalimantan yang memiliki karakteristik geofisika yang unik.

“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” ujar AHY usai memimpin rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Jakarta.

Untuk memastikan konsep pembangunan berjalan tepat sasaran, pemerintah akan membentuk komite khusus lintas kementerian dan lembaga. Komite ini nantinya bertugas menyerap masukan dari berbagai pihak serta menyempurnakan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) agar lebih relevan dengan tantangan pembangunan di lapangan. AHY mengakui bahwa hingga saat ini, catatan panjang jalur kereta api umum di Kalimantan masih berada di angka nol kilometer, sebuah kondisi yang kontras dengan potensi sumber daya alamnya yang melimpah.

Kehadiran moda transportasi kereta api diyakini menjadi kunci efisiensi bagi distribusi komoditas unggulan seperti mineral dan hasil bumi lainnya yang selama ini masih sangat bergantung pada jalur darat dan sungai. “Pembangunan ini juga berpotensi mempercepat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah komoditas,” tambah AHY.

Meskipun potensi dampak ekonominya sangat besar, pemerintah masih belum menetapkan target waktu dimulainya pembangunan maupun rute mana yang akan menjadi prioritas utama. Tahapan saat ini masih difokuskan pada sinkronisasi kebijakan antar-sektor guna menjamin keberlanjutan proyek infrastruktur jangka panjang tersebut. Dengan terwujudnya jaringan kereta api ini, wajah logistik di Pulau Seribu Sungai diharapkan akan berubah menjadi jauh lebih modern dan terintegrasi. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kereta api trans Kalimantan #kereta api