Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tragedi di Jalur Bekasi: AHY Pastikan Investigasi Menyeluruh Terkait Dugaan "Error" Persinyalan

Redaksi Prokal • Selasa, 28 April 2026 | 22:44 WIB
Evakuasi gerbong usai kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Evakuasi gerbong usai kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.

BEKASI– Misteri di balik kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur mulai memasuki babak baru. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pemerintah tengah mendalami dugaan gangguan persinyalan sebagai pemicu utama tabrakan maut yang terjadi pada Senin (27/4) malam tersebut.

Usai menjenguk para korban di RSUD Bekasi pada Selasa siang, AHY menyatakan bahwa laporan resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sangat dinantikan untuk mengungkap apakah ada kesalahan teknis atau human error dalam sistem perjalanan kereta api. Investigasi ini akan dilakukan secara transparan dengan melibatkan banyak pemangku kepentingan.

"Persinyalan tadi juga saya bahas. Kita harus memastikan apakah memang ada gangguan, ada error, atau ada sesuatu yang tidak seharusnya terjadi. Pasti semua akan kita investigasi, tidak boleh ada yang tertinggal karena semua faktor bisa saling mempengaruhi," ujar AHY kepada awak media.

Kecurigaan mengenai malfungsi persinyalan ini menguat setelah muncul spekulasi di media sosial yang menyoroti kegagalan sistem fail-safe default. Dalam sistem perkeretaapian modern, setiap ketidakpastian seharusnya secara otomatis memicu kondisi berhenti (stop). Namun, dalam insiden tersebut, KA Argo Bromo Anggrek diduga tetap melaju kencang dan tidak berhenti otomatis, padahal terdapat rangkaian KRL yang sedang berhenti di jalur yang sama.

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 21.00 WIB ketika sebuah rangkaian KRL sedang berhenti setelah sempat menemper sebuah mobil di perlintasan. Di saat evakuasi dan koordinasi sedang berjalan, KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah yang sama justru menyeruduk bagian belakang KRL dengan sangat keras, mengakibatkan kerusakan parah pada gerbong penumpang.

"KAJJ (Kereta Api Jarak Jauh) itu seolah tidak menyetop otomatis. Akibatnya, bagian ujung belakang KRL hancur," tulis laporan yang beredar di lapangan.

Pemerintah berjanji akan mengusut tuntas insiden ini guna memastikan keselamatan transportasi publik ke depan. AHY menegaskan bahwa audit terhadap infrastruktur perkeretaapian akan diperketat agar tragedi serupa tidak terulang, mengingat pentingnya jalur Daop 1 Jakarta sebagai urat nadi mobilisasi masyarakat. (*)

Editor : Indra Zakaria
#bekasi