Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tragedi Berdarah Stasiun Bekasi Timur: 15 Penumpang Gugur, Puluhan Korban Luka Tersebar di Sejumlah RS

Redaksi Prokal • Rabu, 29 April 2026 | 05:45 WIB
Evakuasi gerbong usai kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Evakuasi gerbong usai kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.

BEKASI – Duka mendalam menyelimuti dunia transportasi tanah air menyusul kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026). Hingga Selasa malam, proses identifikasi terus dikebut oleh tim forensik bersama posko ante mortem dan post mortem untuk memastikan nasib para penumpang yang menjadi korban dalam peristiwa maut tersebut.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun, sebanyak 15 orang dinyatakan meninggal dunia dari total 83 korban yang telah berhasil diidentifikasi. Fokus evakuasi dan identifikasi jenazah terbagi di beberapa titik utama, di mana 10 jenazah berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, sementara 5 lainnya berhasil diidentifikasi di RSUD Bekasi melalui pencocokan data keluarga oleh Posko Polda Metro Jaya.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, saat meninjau situasi di RSUD Bekasi menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas tragedi ini. Ia mengonfirmasi bahwa selain korban jiwa, terdapat puluhan korban luka yang tengah menjalani perawatan intensif. Tercatat ada 88 orang yang dilarikan ke rumah sakit, dengan 28 di antaranya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Daftar Korban Meninggal Dunia
Pihak berwenang telah merilis identitas 15 korban meninggal dunia yang saat ini berada di empat rumah sakit berbeda:

RS Polri Kramat Jati:

Harum Anjasari (27), Cipayung, Jakarta Timur.

Tutik Anitasari (31), Cikarang Barat, Bekasi.

Nur Alimantun Citra Lestari (19), Pasar Jambi.

Vica Acnia Pratiwi (23), Cikarang Barat.

Ida Nuraida (48), Cibitung, Bekasi.

Gita Septia Wardany (20), Cibitung, Bekasi.

Farida Utami (50), Cibitung, Bekasi.

Fatmawati Rahmayani (29), Bekasi Selatan.

Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32), Tambun Selatan.

Arinjani Novita Sari (25), Tambun Selatan.

RSUD Bekasi:

Nuryati (41)

Nur Laela (39)

Engar Retno Krisjayanti (35)

RS Mitra Bekasi:

Adelia Rifani

RS Bella Bekasi:

Ristuti Kustirahayu

Selain korban jiwa, puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini tersebar di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya. RSUD Kota Bekasi menjadi pusat penanganan terbesar dengan merawat 50 korban, di antaranya:
Desvita, Ahmad Nur Syahril, Subur, Shofi Salsabila, Siti Maryam, Rifan Mandhara, Anggita R. Utami, Hari Septiansyah, Dwi Apriliana, Ratri Intan, Andi Saputra, Sausan Sarifah, Dinasti Kusumawardani, Yuliana, Ira Indira Putri, R. Rustiati, Amalia Khazanah Ulfa, Vira Oktaviani Putri, Yuliana Nur Pratama, Nuryati, Nuriyah Indah Rahmawati, Stefani Sofia, Iis Suendi, Fitria Husni, Dewi Sagita, Afna Regita, Anggita, Alfiana, Yunita Endang, Leni Julianti, Ricky, Purwanti, Laily, M. Anwar, Ester Rajagukguk, Eri Rustiati, Evy, Suryati, Mustika Ayu Pujiana, Dewi Suryani, Despita, Ayunda Rahmawati, Choirunnisa Rahmadhani, Rista Triana, Pamilang Rani Situmorang, Muchlis, Nurul, Mia Citra, dan Endang Kuswati.

Di RS Primaya Bekasi Timur, tercatat nama Qonita, Allana, Vebhan, Dinda Aulia, Sabrina A., dan Adhe Jesica masih dalam perawatan, sementara Siska Nur, Risky Mardiyanti, dan Bayu Kurniawan telah diperbolehkan pulang. Korban lainnya, Elizabeth Rouli Artha, juga masih menjalani observasi.

RS Mitra Keluarga Bekasi Timur merawat Satanti Puji Vestari, Sonia Artiela Pratiwi, Hendro Efendi, dan Syifa, sedangkan Safira Anastasya dan Emi sudah kembali ke rumah. Di RS Mitra Plumbon, korban luka teridentifikasi atas nama Dofo Herwanto, Rini Hutan, dan Safia Mutiara, dengan satu pasien bernama Jaenudin telah pulang.

Sejumlah rumah sakit lain juga turut menangani korban luka, seperti RS Bella Bekasi (Michele Chan, Suwanto, Ratna Purnama Sari, Ayu P.), RS Bhakti Kartini (Nasyfa Juliani), RS Hermina Bekasi (Alvala, Cinda Poppy), RS Siloam Bekasi Timur (Imam Bukhori, Heni Fitriani), RSUD Kabupaten Bekasi (Siti Fatonah), RS Mitra Barat (M. Nauval Akbar Ramadhan, sedangkan Nadindravela Azzahra sudah pulang), serta RS Siloam Cikarang yang merawat Ira Indira Putri.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih terus melakukan normalisasi jalur kereta api dan menyelidiki penyebab pasti tabrakan yang memicu tragedi besar di penghujung April 2026 ini. (*)

Editor : Indra Zakaria
#bekasi