PROKAL.CO- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian, memberikan perhatian khusus terhadap dinamika pemerintahan di Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam arahannya, Tito menegaskan bahwa komunikasi yang intens dan harmonis antara pemerintah daerah (pemda) dan DPRD adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas politik serta percepatan pembangunan di Benua Etam.
Mendagri menyatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri terus memonitor perkembangan hubungan antarlembaga di Kaltim. Ia mengimbau para kepala daerah untuk tidak menutup diri dan aktif membangun dialog dengan DPRD, Forkopimda, hingga jajaran bupati dan wali kota di wilayahnya.
"Kami mengharapkan hubungan berjalan baik. Komunikasi harus dibangun agar setiap persoalan, baik itu dinamika politik maupun teknis pemerintahan, bisa diselesaikan dengan cepat tanpa menghambat pelayanan publik," ujar Tito Karnavian.
Selain masalah stabilitas politik, Mendagri juga menyoroti pentingnya sinergi dalam pengelolaan anggaran. Ia menjelaskan bahwa Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Keuangan Daerah selalu melakukan peninjauan (review) mendalam terhadap APBD sebelum ditetapkan. Hal ini dilakukan guna menjamin efisiensi anggaran dan memastikan program-program yang dijalankan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Terkait isu-isu panas seperti hak angket yang sempat mencuat di daerah, Tito memastikan pemerintah pusat tetap memantau situasi tersebut secara saksama. Namun, ia kembali menekankan bahwa solusi terbaik dari segala pergesekan politik di daerah adalah efektivitas komunikasi.
Dengan sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif, diharapkan Kalimantan Timur dapat menghadapi berbagai tantangan strategis ke depan, termasuk transisi pembangunan dan isu-isu lokal lainnya, dengan lebih stabil dan kondusif. (*)
Editor : Indra Zakaria