Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pasca-Kericuhan di Stadion Lukas Enembe: Komnas HAM Papua Temukan 30 Kendaraan Hangus dan Soroti Penggunaan VAR

Redaksi Prokal • Sabtu, 9 Mei 2026 | 17:26 WIB
Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey melihat kendaraan yang terbakar di kawasan Stadion Lukas Enembe, Sabtu (9/5/2026) (ANTARA/Ardiles Leloltery)
Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey melihat kendaraan yang terbakar di kawasan Stadion Lukas Enembe, Sabtu (9/5/2026) (ANTARA/Ardiles Leloltery)

PROKAL.CO- Insiden kericuhan yang pecah setelah pertandingan babak play-off promosi antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe menyisakan kerusakan parah. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Perwakilan Papua turun langsung ke lapangan dan mencatat adanya puluhan kendaraan yang menjadi sasaran amuk massa akibat kekalahan tim tuan rumah.

Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengungkapkan bahwa kerugian material yang terjadi di area stadion sangat signifikan, terutama kendaraan milik pengunjung dan petugas. "Kami menemukan kerugian material itu ada sebanyak 20 mobil, 10 kendaraan roda dua juga terjadi pengrusakan beberapa fasilitas di dalam Stadion Lukas Enembe," ujar Frits di Sentani, Sabtu.

Pihak Komnas HAM kini tengah mendalami faktor pemicu yang mengubah tensi pertandingan menjadi kerusuhan massal. Selain kekecewaan atas skor tipis 0-1 untuk keunggulan Adhyaksa FC, teknologi wasit di lapangan juga menjadi salah satu poin yang akan dievaluasi dalam proses investigasi. "Kemungkinan kami akan menilai penggunaan Video Assistant Referee (VAR), apakah itu menjadi pemicu terjadinya kericuhan selain dari kekalahan tim Persipura Jayapura," jelasnya.

Sebelum laga krusial ini berlangsung, Komnas HAM Papua sebenarnya telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gesekan yang bisa berujung pada kerusuhan. Meski menegaskan bahwa tim Mutiara Hitam tidak memiliki rekam jejak perilaku rasis, Frits mengingatkan adanya sejarah kelam keributan di masa lalu yang seharusnya menjadi pelajaran bagi pengamanan pertandingan. "Persipura Jayapura tidak mempunyai sejarah rasis namun tim ini mempunyai sejarah rusuh yang terjadi pada 2013," tegas Frits.

Kekalahan Persipura melalui gol tunggal Adilson Silva di babak pertama tidak hanya memupus harapan mereka, tetapi juga memastikan Adhyaksa FC merebut tiket promosi ke Super League. Sebagai langkah lanjutan, Komnas HAM mempertimbangkan untuk memanggil perangkat pertandingan guna dimintai keterangan lebih dalam mengenai jalannya laga serta protokol keamanan yang diterapkan saat kericuhan mulai meletus di area stadion. (*)

Editor : Indra Zakaria
#persipura #papua