Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Lampu Hijau dari Prabowo: Menhub Pastikan Proyek Kereta Api Kalimantan Masuk Jalur Cepat

Redaksi Prokal • Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi pemerintah tengah menyiapkan rencana jalur kereta api di Pulau Kalimantan. (GEMINI AI)
Ilustrasi pemerintah tengah menyiapkan rencana jalur kereta api di Pulau Kalimantan. (GEMINI AI)

PROKAL.CO-  Angin segar berembus bagi masa depan infrastruktur di bumi Borneo. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan bahwa proyek pengembangan jaringan kereta api di Kalimantan akan dipercepat. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari komitmen besar pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memangkas beban biaya distribusi komoditas unggulan daerah. Kebijakan akselerasi ini sejalan dengan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor perkeretaapian sebagai salah satu pilar utama pembangunan Indonesia modern.

Pulau Kalimantan mendapat perhatian khusus dan menjadi prioritas utama bagi pengembangan kereta logistik karena perannya yang sangat strategis sebagai lumbung komoditas utama nasional. Kehadiran jalur kereta barang ini diyakini bakal menjadi solusi jitu untuk memotong ongkos angkut yang tinggi, mengurangi beban berat kendaraan di jalan raya, serta memicu pemerataan pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memaparkan bahwa cetak biru pembangunan rel nasional digarap dengan menyesuaikan karakteristik unik tiap pulau. Berbeda dengan Pulau Sumatera yang membagi porsi seimbang antara kereta penumpang dan barang, maka untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, pembangunan memang sengaja difokuskan total sebagai jalur distribusi komoditas dan penguatan otot ekonomi daerah.

"Pengembangan jaringan perkeretaapian bukan hanya soal membangun fisik infrastruktur, tetapi merupakan upaya nyata pemerintah untuk menghadirkan efisiensi biaya logistik, aksesibilitas yang lebih baik, dan membuka lebar peluang ekonomi baru bagi masyarakat serta pelaku usaha lokal," tegas Dudy Purwagandhi dalam keterangan resminya.

Bagi wilayah Kalimantan Barat, proyek kereta logistik ini menjadi peluang emas yang sudah lama dinanti. Selama ini, rantai pasok barang di Kalbar masih sangat bergantung pada moda transportasi jalan raya dan jalur sungai yang memiliki banyak keterbatasan. Berdasarkan kajian teknis, sistem angkutan berbasis rel terbukti jauh lebih efisien karena mampu mengangkut komoditas dalam volume raksasa dengan biaya yang jauh lebih kompetitif dibandingkan truk kontainer konvensional.

Hadirnya kereta api logistik ke depan akan mengintegrasikan kawasan produksi, area pertambangan, hingga pelabuhan internasional seperti Pelabuhan Kijing di Mempawah. Menhub menambahkan, dalam ekosistem logistik modern, kereta api tidak akan mematikan bisnis angkutan jalan. Keduanya justru akan saling melengkapi, di mana kereta api menangani pengiriman jarak jauh volume besar, sementara armada truk berfungsi sebagai distributor akhir (last mile delivery) hingga ke tangan konsumen.

Percepatan ini juga menjadi jawaban atas tingginya biaya logistik nasional yang saat ini masih bertengger di angka 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah sendiri memasang target ambisius untuk menekan angka tersebut hingga menjadi 8 persen pada tahun 2045 demi mendongkrak daya saing ekonomi Indonesia di kancah global. Untuk Kalimantan yang kaya akan komoditas masif seperti kelapa sawit, batu bara, bauksit, hingga alumina, keberadaan kereta api menjadi kebutuhan yang tak bisa ditawar lagi. Sebagai gambaran, produksi crude palm oil (CPO) nasional saja berhasil menembus angka 51,66 juta ton. Volume sebesar itu memerlukan sokongan sistem transportasi masal yang kuat agar arus ekspor menuju pelabuhan tidak tersendat.

Sinyal positif ini disambut baik oleh akademisi dan pengamat transportasi dari Universitas Tanjungpura (Untan), Said. Ia menilai jalur kereta api akan menjadi instrumen vital dalam menaikkan kelas produk-produk unggulan Kalbar di pasar domestik maupun internasional. Sektor perkebunan seperti sawit, karet, dan lada, serta sektor pertambangan yang kaya akan cadangan bauksit dan zirkon akan menjadi pihak yang paling diuntungkan dari terpangkasnya ongkos logistik ini.

"Penurunan biaya logistik secara otomatis akan memperkuat efisiensi rantai pasok. Ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan magnet yang akan menarik lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Barat," urai Said.

Secara nasional, Kementerian Perhubungan mencatat panjang jaringan kereta api aktif saat ini telah menyentuh 6.927 kilometer. Target besar berikutnya adalah memperluas bentangan rel hingga mencapai 10.524 kilometer, yang mencakup proyek Trans Sumatera, Kereta Api Makassar–Parepare, hingga jaringan logistik Kalimantan.

Optimisme pemerintah juga didongkrak oleh melonjaknya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel, di mana jumlah penumpang nasional sukses tumbuh 8,8 persen dari 500,5 juta orang menjadi hampir 550 juta penumpang. Melalui rapor hijau tersebut, proyek Kereta Api Kalimantan diharapkan tidak sekadar menjadi lini angkutan barang, namun menjelma menjadi motor penggerak peradaban ekonomi baru yang mandiri dan berdaya saing tinggi. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kereta api trans Kalimantan