Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kemhan Buka-Bukaan Soal Meninggalnya 5 Peserta SPPI saat Latsarmil, Ini Kronologi Lengkap dan Penyebab Medisnya

Redaksi Prokal • Minggu, 28 Juni 2026 | 15:41 WIB
Peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

 
JAKARTA — Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI akhirnya angkat bicara mengenai kasus meninggalnya lima orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Kelima peserta tersebut dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya saat tengah mengikuti latihan bela negara dan manajerial melalui latihan dasar militer (latsarmil) di beberapa wilayah berbeda di Indonesia.

"Atas nama Kementerian Pertahanan RI, panitia seleksi nasional, dan seluruh penyelenggara program SPPI menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya 5 peserta SPPI KDKMP/KNMP tahun 2026 yang sedang mengikuti latihan," ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, dalam konferensi pers di Kantor Kemhan, Sabtu (27/6/2026).

Mayjen TNI Ketut menegaskan bahwa seluruh peserta yang mengalami kendala kesehatan telah mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan cepat sesuai prosedur yang berlaku, baik di fasilitas kesehatan satuan maupun rumah sakit rujukan.

"Kelima peserta tersebut memiliki karakter dan kondisi medis yang berbeda. Seluruh peserta telah mendapat penanganan medis sesuai prosedur," jelasnya.

Kronologi dan Riwayat Medis 5 Peserta yang Gugur

Berdasarkan data resmi dari Kementerian Pertahanan, berikut adalah kronologi serta penyebab medis meninggalnya kelima peserta calon manajer Kopdes tersebut:

1. Peserta YMT (Satdik Pusdiklatpur Kodiklatad Baturaja)
Penyebab: Henti Jantung (Cardiac Arrest)

Kronologi: Pada 17 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, YMT mengikuti kegiatan jalan kaki bersama rekan-rekannya. Namun, pada pukul 17.17 WIB, ia mengalami penurunan kesadaran. YMT segera dilarikan ke Rumah Sakit dr. Nusamir Baturaja. Meskipun telah mendapatkan tindakan medis intensif, YMT dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.30 WIB akibat henti jantung.

2. Peserta AM (Satdik Dodik Kejuruan Rindam VI/Mulawarman Balikpapan)
Penyebab: Sengatan Panas (Heat Stroke)

Kronologi: Pada Kamis, 18 Juni 2026 pukul 13.35 WITA, sebelum materi pembelajaran kelas dimulai, AM mengeluhkan sesak napas dan mual. Ia langsung dievakuasi ke Pos Kesehatan Dodikjur sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit dr. R. Hardjanto Balikpapan. Kondisinya terus memburuk hingga dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.00 WITA akibat heat stroke.

3. Peserta NRS (Satdik Pusbahasa Kodiklat Angkatan Udara)
Penyebab: Tuberkulosis (TBC)

Kronologi: NRS mendatangi unit kesehatan pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 14.30 WIB dengan keluhan demam, batuk berdahak, dan sesak napas. Keesokan harinya, kondisinya memburuk sehingga dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa. Hasil pemeriksaan laboratorium dan intensif di ICU menunjukkan NRS mengidap tuberkulosis paru aktif yang menjadi penyebab utama kematiannya.

4. Peserta MRRG (Satdik Yonparako 465 Halim Perdanakusuma)
Penyebab: Pneumonia dan Komplikasi Obesitas

Kronologi: MRRG sempat mengeluh lemas dan sesak napas pada Kamis, 25 Juni 2026. Setelah beristirahat di ruang kesehatan, kondisinya sempat membaik dan kembali beraktivitas. Namun, pukul 18.00 WIB sesak napasnya kambuh kembali. Ia dirujuk ke IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa hingga masuk ICU. MRRG dinyatakan meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB akibat infeksi paru-paru (pneumonia) disertai komplikasi hipertensi dan obesitas.

5. Peserta NDS (Satdik Dodik Bela Negara Kalimantan)
Penyebab: Sesak Napas hingga Henti Jantung

Kronologi: Pada Jumat, 26 Juni 2026, NDS awalnya mengikuti kelas tanpa keluhan. Baru pada pukul 18.45 WIB, ia mengeluhkan badan terasa panas dan sesak napas. NDS segera dibawa ke IGD Rumah Sakit Singkawang lalu dirujuk lanjut ke RSUD Abdul Aziz Singkawang. Di tengah penanganan, NDS mengalami henti jantung. Tim medis telah berupaya melakukan resusitasi jantung dan tindakan kardioversi, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan wafat pada pukul 21.03 WIB. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Latsarmil #Kopdes Merah Putih