Diduga Asyik Main HP Saat Rakor Virtual, Korwil BGN Kayong Utara Langsung Dimutasi ke Papua

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 08:45 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono sidak ke SDN Bantarjati 9, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7). (ANTARA/HO-SDN Bantarjati 9)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono sidak ke SDN Bantarjati 9, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7). (ANTARA/HO-SDN Bantarjati 9)

PROKAL.CO- Tindakan tegas tanpa pandang bulu diperlihatkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. Dalam pengarahan resmi yang dihadiri jajaran pimpinan regional hingga daerah, Sudaryono mendadak menghentikan paparannya usai mendapati Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Kayong Utara, Adi Afrianto, diduga asyik bermain telepon genggam saat rapat koordinasi nasional secara daring berlangsung. Sanksi instan berupa mutasi ke Papua pun langsung dijatuhkan di hadapan seluruh peserta rakor.

Insiden tersebut mendadak viral di media sosial setelah potongan video pengarahan beredar luas. Dalam rekaman itu, Kepala BGN tak menyembunyikan kekecewaannya atas ketidakfokusan anak buahnya dalam menyimak arahan penting terkait program nasional.

"Ini ada Korwil Kabupaten Kayong Utara, Adi Afrianto. Tolong dicatat Karo SDM. Saya sedang memberikan penjelasan, tetapi dia malah main handphone. Saya minta yang bersangkutan dipindah ke Papua. Segera," tegas Sudaryono memerintahkan bawahannya secara langsung.

Keputusan spontan tersebut dibenarkan oleh Kepala Regional BGN Kalimantan Barat, Agus Kurniawi. Saat dikonfirmasi mengenai nasib anggotanya, Agus mengamini adanya arahan pemindahan tugas tersebut. "Benar, terkait penugasan ke Papua. Saat ini masih menunggu surat dari Karo SDM," ujar Agus Kurniawi memverifikasi kabar mutasi tersebut.

Perintah mutasi mendadak ini menjadi sorotan tajam lantaran terjadi di tengah carut-marut pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kayong Utara. Sepanjang periode September 2025 hingga pertengahan 2026, pelaksanaan MBG di wilayah tersebut kerap menuai protes publik. Mulai dari insiden keracunan belasan siswa di Simpang Hilir, temuan lauk berulat di beberapa sekolah, hingga penghentian operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akibat pencemaran limbah dan pelanggaran sanitasi.

Langkah tegas di Kayong Utara rupanya merupakan bagian dari pembersihan besar-besaran yang tengah dilakukan BGN secara nasional. Guna menjaga kualitas program, BGN tercatat telah menghentikan operasional 833 dapur SPPG di berbagai wilayah Indonesia karena melanggar standar operasional prosedur.

"Dapur yang di-suspend ini bukan seperti yang lalu. Dulu di-suspend, tapi tetap dibayar. Kalau sekarang ditutup, tidak dibayar karena pelanggaran," ungkap Sudaryono menjelaskan ketegasan sanksi bagi penyedia jasa yang nakal.

Tak berhenti pada penutupan dapur, sanksi disiplin juga menyasar ratusan internal pegawai BGN. Sebanyak 261 pegawai non-ASN resmi diberhentikan, sementara puluhan ASN yang terbukti melanggar aturan dijatuhi sanksi berat hingga ancaman pemecatan.

"Kami menemukan sembilan ASN melakukan pelanggaran berat atau disiplin berat. Besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemberhentiannya. Kemudian ditemukan 39 pelanggaran disiplin ringan yang akan kami tindak dengan mutasi, demosi, serta sanksi administrasi maupun peringatan," tutur Sudaryono menambahkan.

Ia menekankan bahwa seluruh langkah pembenahan ini sangat krusial untuk memastikan abdi negara bekerja secara profesional dan transparan. Hingga berita ini diturunkan, Adi Afrianto belum memberikan keterangan resmi terkait insiden bermain HP tersebut, sementara proses administrasi surat mutasi dari Karo SDM BGN masih terus berjalan. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
BGN