Petaka MBG: Dulu Berprestasi, Kini Siswi di Karo Kejang dan Hilang Ingatan 70 Persen

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 08:15 WIB
FP (16), korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG)
FP (16), korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG)

KARO — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang membawa kebaikan justru berujung petaka bagi FP (16). Siswi berprestasi asal Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara ini mengalami penurunan kondisi kesehatan yang sangat drastis. Usai diduga menjadi korban keracunan sajian MBG, daya ingatnya merosot tajam hingga 70 persen dan kini ia harus berjuang melawan serangan kejang.

Penderitaan FP tak kunjung usai meski telah bolak-balik menjalani perawatan di lima rumah sakit berbeda sejak pertengahan Agustus 2026. Kini, siswi malang tersebut menjalani penanganan medis intensif serta rawat jalan di Rumah Sakit Umum Pemerintah Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan.

Baca Juga: Petaka Beruntun Program MBG: Ratusan Siswa di Jawa Tengah Tumbang, Dapur Pengolah Diusulkan Tutup!

"Pertama 31 Agustus 2026, lalu 7 September dan hari ini (Selasa)," ungkap Humas RSUP HAM Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak, menggambarkan intensitas pemeriksaan yang harus dijalani korban.

Misteri di balik ambruknya kesehatan FP membuat tim medis bergerak cepat. Dokter mengidentifikasi dua ancaman besar yang diduga memicu kerusakan fungsi organ dan saraf korban, yakni infeksi bakteri ganas atau paparan racun jamur yang berbahaya.

Guna menyelamatkan kondisi tumbuh kembangnya, FP kini ditangani langsung oleh kombinasi dokter spesialis Gastro Anak dan Neurologi Anak. Korban bahkan telah menjalani prosedur Elektroensefalografi (EEG) untuk merekam aktivitas listrik otaknya demi mengevaluasi pemicu kejang yang dialami.

"Tapi dokternya belum bersedia memberikan keterangan. Nanti kalau sudah bersedia akan kita rilis secara resmi," tambah Rosario.

Tragedi yang menimpa FP menjadi gambaran memilukan dari bencana keracunan massal yang melumpuhkan ratusan pelajar di Kabupaten Karo. Makanan yang dikonsumsi para siswa diduga kuat berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah pengelolaan Kodim setempat.

Ratusan siswa dari berbagai tingkatan sekolah dilaporkan tumbang secara bersamaan setelah menyantap sajian tersebut. Kasus ini terbanyak ditemukan di SMAN 1 Berastagi dengan ratusan siswa terdampak, disusul belasan hingga puluhan siswa dari SMK Swasta Bersama, SMA Swasta Bersama, hingga beberapa sekolah menengah pertama seperti SMPN 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama.

Kasus ini pun kini memicu desakan publik agar investigasi menyeluruh segera dilakukan. Kasus keracunan ini terbukti tidak hanya berdampak jangka pendek seperti mual atau pusing biasa, namun juga mengancam kesehatan serta masa depan para siswa. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Mbg