Geger Ritual Berbau Satanic di Karnaval Maulid Pekalongan, MUI Layangkan Teguran Keras

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 14:07 WIB
Atraksi mirip ritual satanic yang ditampilkan di Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 Pekalongan. (Istimewa)
Atraksi mirip ritual satanic yang ditampilkan di Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 Pekalongan. (Istimewa)

PEKALONGAN — Gelaran Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, memicu kontroversi publik. Acara yang awalnya digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus tradisi khitanan massal tersebut mendapat teguran keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) usai menyajikan atraksi mistik bernuansa satanic.

Atraksi tersebut viral di media sosial setelah salah satu kontingen, Tim Simone, menampilkan sekelompok peserta berkostum iblis lengkap dengan obor, kitab bersimbol mata satu, hingga pentagram terbalik. Suasana kian mencekam saat peserta memperagakan adegan teatrikal penyembelihan seekor kambing hingga kepalanya terlepas dan darahnya berceceran di lantai pertunjukan.

Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menegaskan pertunjukan tersebut sangat mencederai semangat perayaan Maulid Nabi dan bertentangan dengan syariat Islam.

"Ini jelas berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Karnaval yang sifatnya mendidik tentu boleh, tetapi ketika itu menjadi animisme atau sesuatu yang menakutkan, tentu sangat bertentangan," tegas Cholil.

Ia juga menyoroti aksi penyembelihan hewan secara sadis di depan publik yang dianggap jauh dari etika pemotongan hewan dalam Islam.

Penampil Minta Maaf, Murni Kurang Literasi

Menanggapi gelombang kecaman yang dinilai merusak citra Pekalongan sebagai Kota Santri, perwakilan Tim Simone, M. Akhid, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat. Ia mengaku kelompoknya tidak memahami makna simbol-simbol yang dipakai.

Akhid menjelaskan, kostum bernuansa gelap tersebut disewa dari Malang, sementara gerakan koreografinya disadur dari tontonan di internet tanpa dibekali pemahaman memadai. "Kami dari perwakilan Tim Simone meminta maaf. Kami menyesal karena kami kurang literasi," akunya.

Diwarnai Peserta Meninggal Dunia dan Evaluasi Pemda

Di tengah sorotan tajam publik, peristiwa duka turut mewarnai ajang tahunan ini. Salah seorang peserta, Af (40), dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (11/9/2026) pagi di kediamannya, beberapa jam usai mengikut karnaval dengan kostum monster. Meski memicu spekulasi liar di media sosial, hingga kini tidak ada fakta atau keterangan medis resmi yang mengaitkan kematian almarhum dengan unsur mistis.

Menanggapi polemik ini, Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, tetap mengapresiasi swadaya warga Simbang Kulon dalam menjaga tradisi lokal, namun berjanji akan melakukan evaluasi total agar kejadian serupa tidak terulang.

"Ke depan tentu saja ini akan menjadi evaluasi penting agar setiap kampung yang akan menyelenggarakan festival, temanya harus sesuai dengan kultur, adat, kebiasaan," terang Sukirman.

SKNC 2026 sendiri merupakan parade lokal yang diikuti 25 kontingen musala dengan tema awal “Nyawiji ing Budaya, Ngukuhake Paseduluran”. Acara ini sebenarnya dirancang sebagai wadah silaturahmi warga dalam menyambut peringatan Maulid Nabi dan khitanan massal ke-61. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
satanic pekalongan