Kalimantan Terpanggang: Kalteng Tembus 97 Hari Tanpa Hujan, Suhu Kalsel Paling Panas Se-Indonesia

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 11:53 WIB

Kabut asap menutupi tulisan selamat datang di Sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

Kabut asap menutupi tulisan selamat datang di Sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

PROKAL.CO— Musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Niño kuat kian menghimpit wilayah Kalimantan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ribuan wilayah di Indonesia mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) ekstrem, dengan pulau Kalimantan menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah, baik dari durasi kekeringan maupun lonjakan suhu udara.

Berdasarkan data BMKG per 20 September 2026, sebanyak 1.637 lokasi di Indonesia mencatatkan HTH ekstrem panjang (lebih dari 60 hari tanpa hujan). Di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), durasi tanpa hujan bahkan telah menembus 97 hari berturut-turut, menempatkannya dalam daftar provinsi dengan periode kering paling mengkhawatirkan.

Suhu Udara Kalimantan Mendidih, Kalsel dan Kalteng Tertinggi

Minimnya tutupan awan akibat atmosfer yang kering membuat radiasi matahari memancar tanpa penghalang ke permukaan bumi. Dampaknya, suhu udara di sejumlah wilayah Kalimantan melonjak drastis hingga memecahkan rekor tertinggi nasional.

Dalam pemantauan BMKG, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mendominasi daftar wilayah bertemperatur paling mendidih di Indonesia:

  1. Banjarbaru (Kalsel): Stasiun Klimatologi Kalsel mencatat suhu maksimum mencapai 38,2°C (tertinggi se-Indonesia).

  2. Banjarmasin/Banjarbaru (Kalsel): Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor mencatat suhu mencapai 38,2°C.

  3. Palangka Raya (Kalteng): Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut mencatat suhu menyengat hingga 37,9°C.

Dampak El Niño Sangat Kuat Hingga 2027

BMKG menjelaskan, gelombang kering dan cuaca panas terik ini berkaitan erat dengan fenomena El Niño yang saat ini berada pada intensitas sangat kuat. Anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3,4 tercatat mencapai plus 2,76 derajat Celsius, yang diprediksi masih akan memberikan pengaruh signifikan hingga awal tahun 2027.

Meski demikian, terdapat titik terang bagi sebagian wilayah Kalimantan. BMKG mengindikasikan bahwa beberapa kawasan seperti Kalimantan Timur (Kaltim) perlahan mulai memasuki masa transisi menuju musim hujan.

Namun bagi wilayah Kalteng, Kalsel, dan sekitarnya yang masih terkepung HTH ekstrem dan suhu tinggi, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menjaga ketersediaan air bersih, serta memantau perkembangan cuaca resmi dari BMKG. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kalimantan