Bu Haji di Paser Diterkam Hewan Misterius Saat Mandi, Paha Robek 12 Jahitan

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 15:00 WIB
Korban serangan hewan liar yang diduga buaya mendapatkan perawatan di Puskesmas Muara Komam. (Ist)
Korban serangan hewan liar yang diduga buaya mendapatkan perawatan di Puskesmas Muara Komam. (Ist)

PASER — Aktivitas mandi sore di Sungai Khotib, Desa Batu Botuk, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, mendadak berubah menjadi horor menderu kepanikan. Seorang ibu rumah tangga, Hj Saidah (43) atau yang akrab disapa Bu Haji, mengalami luka robek cukup serius di paha kanan usai diduga diterkam hewan liar dari dalam air, Selasa (8/9/2026) petang.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WITA. Saat itu, korban tengah mandi di sungai bersama dua anaknya di area air setinggi dada orang dewasa.

Tanpa ada tanda-tanda, paha kanan Saidah tiba-tiba dicengkeram dan digigit sesuatu dari bawah permukaan air. Di tengah rasa sakit dan panik, Saidah mengutamakan keselamatan buah hatinya dengan berteriak menyuruh mereka segera naik ke tepian.

"Korban berusaha melawan serangan hewan tersebut hingga akhirnya berhasil melepaskan diri dan berenang menuju pinggir sungai," ujar Kapolsek Muara Komam, AKP Alimuddin, saat memberikan konfirmasi, Rabu (9/9/2026).

12 Jahitan di Puskesmas, Jenis Hewan Masih Misterius

Usai berhasil menyelamatkan diri ke daratan, Saidah langsung dilarikan ke Puskesmas Muara Komam untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Akibat gigitan yang cukup dalam tersebut, tim medis harus mendaratkan 12 jahitan pada paha kanan korban.

AKP Alimuddin menjelaskan bahwa hingga saat ini kepolisian belum dapat memastikan jenis hewan predator yang menerkam korban. Hal ini lantaran kondisi air dan jarak pandang yang makin memburuk menjelang malam.

"Korban sendiri tidak melihat bentuk maupun jenis hewan yang menyerangnya karena posisi hewan berada di dalam air. Korban hanya merasakan bagian pahanya seperti digigit," jelas Alimuddin.

Dugaan serangan berasal dari buaya muara sempat mencuat tajam di tengah masyarakat. Hal ini diperkuat oleh pengakuan sejumlah warga lokal yang menyebut kawasan Sungai Khotib memang beberapa kali menjadi jalur perlintasan reptil ganas tersebut.

Namun, kepolisian menegaskan masih terus melakukan pendalaman dan belum bisa menyimpulkan secara gegabah sebelum ada bukti konkret. Personel Polsek Muara Komam telah mendatangi TKP, mengecek kondisi korban di puskesmas, serta mengumpulkan keterangan para saksi.

Guna mencegah jatuhnya korban susulan, Kapolsek mengimbau keras warga desa untuk menghentikan sementara aktivitas mandi maupun mencuci di aliran sungai, terutama pada jam-jam rawan seperti sore hingga malam hari.

"Kami mengimbau warga untuk lebih waspada dan sementara menghindari aktivitas di sungai apabila ada indikasi keberadaan hewan liar. Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama," tegas Alimuddin. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
buaya paser