Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Atasi Persoalan Krisis Sumber Air Bersih di Nunukan, Laura Beber Solusi Jangka Pendek, Menengah dan Panjang

Radar Tarakan • 2024-03-03 17:30:00
Laura saat memimpin pertemuan di Perumda Tirta Taka.
Laura saat memimpin pertemuan di Perumda Tirta Taka.

Persoalan krisis air yang terjadi beberapa bulan terakhir menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Buktinya, solusi yang telah disiapkan mulai dari jangka pendek, menengah hingga panjang telah dilaksanakan.

Itu diungkapkan Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid saat melakukan pertemuan bersama jajaran Perumda Air Minum Tirta Taka, Nunukan, BPDB Nunukan dan BMKG Nunukan. Ia mengaku terus menerima keluhan masyarakat atas pelayanan air bersih yang tidak berjalan normal beberapa bulan terakhir ini di Nunukan.

"Sebenarnya kalau saya pribadi saya sangat memahami situasi ini. Tetapi, saya tidak ingin muncul persepsi masyarakat seolah-olah pemerintah tidak memberikan solusi atas kondisi yang terjadi," ucap Hj. Asmin Laura Hafid saat memimpin pertemuan di ruang rapat Perumda Tirta Taka, Nunukan, Kamis (29/2).

Dijelaskan, minimnya air baku yang terjadi disebabkan faktor alam yakni. Beberapa bulan terakhir kurang curah hujan terjadi. Sementara, sejumlah embung yang di Nunukan selama ini mengandalkan air baku dari tadahan air hujan. 

Karena persoalan ini Pemkab Nunukan telah mengambil sejumlah langkah-langkah antisipasi. Untuk solusi jangka pendek, Pemkab Nunukan melalui Perumda Tirta Taka bersama BPBD Nunukan, PMI, KPH dan Polres Nunukan turun membantu membagikan air bersih ke masyarakat. Khususnya, rumah-rumah warga yang terdampak.

Selain itu, pada tahun anggaran 2023 lalu setidaknya ada 14 titik sumur bor telah dibangun dan tersebar di beberapa kelurahan. Kemudian, untuk tahun anggaran 2024 ini akan dibangun sebanyak 25 titik sumur bor. "Untuk sumur bor sebanyak 14 titik telah selesai. Kemudian, untuk yang 25 titik khusus di Pulau Nunukan semuanya masih berproses. Kita sebagai pemerintah sangat memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat," jelasnya.

Kemudian, untuk solusi jangka menengah rencananya akan dilakukan pengerukan pada Embung Bolong. Pelaksanaannya akan dilakukan pada anggaran tahun 2025 yang dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan.

"Selanjutnya, untuk jangka panjangnya, itu kita harus memperbanyak embung. Ketika air hujan turun maka sejumlah titik embung yang ada bisa lebih banyak menampung air baku," tambahnya.

Hanya, solusi jangka panjang tentunya membutuhkan waktu. Sebab, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan mulai dari lokasi izin dan anggaran pembangunan. Nilai anggaran yang dibutuhkan pembangunan embung sangat besar.

"Proses embung tahun ini kita sudah sudah memulai dengan pembebasan lahan Embung Limau yang berlokasi di Gang Limau, Nunukan. Selanjutnya, tahun depan baru tahap penampungannya. Karena ini membutuhkan lahan sekitar 34 hektare," jelasnya.

Perlu diketahui, Pemkab Nunukan menganggarkan untuk pembebasan lahan. Sedangkan untuk proses pembangunannya akan di anggarkan melalui BWS Kalimantan. "Jadi ada beberapa solusi yang kita lakukan. Kita ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa pemerintah itu tidak diam saja dengan persoalan air," tegasnya.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan, Masdi menambahkan, situasi yang terjadi saat ini pihaknya masih melakukan pelayanan air bersih. Namun, dilakukan secara bergantian sesuai dengan kemampuan.

"Saat ini kita masih melakukan pelayanan air bersih secara bergilir. Kita juga turun menyalurkan pembagian air dari rumah ke rumah. Ini sudah berlangsung beberapa hari terakhir," jelasnya. (akz/lim)

 

 
Editor : Indra Zakaria
#nunukan