Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

KMJ Seriusi Bangun Kilang di Bunyu

uki-Berau Post • Selasa, 7 Mei 2019 | 15:08 WIB

TARAKAN - Bersama beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Gubernur Dr H Irianto Lambrie melakukan pertemuan dengan jajaran direksi dan manajemen PT Karya Mineral Jaya (KMJ), perusahaan yang berencana membangun industri methanol di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan.

Menindaklanjuti pertemuan-pertemuan sebelumnya, pertemuan yang dilangsungkan di salah satu ruang rapat di Swiss-Belhotel Tarakan, Senin (6/5), lebih pada ke hal teknis. Yaitu berkaitan dengan kesiapan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kilang methanol.

Direktur Utama PT KMJ Rachmad Hardadi mengatakan, memerlukan lahan sekitar 55 hektare. Selain untuk kilang methanol, lahan tersebut nantinya sekalian untuk lokasi industri turunannya. Untuk diketahui, methanol merupakan bahan utama untuk berbagai produk sintetik, pupuk, bahan plastik hingga tekstil sintetis dan lainnya.

“Kenapa kita memerlukan lahan yang cukup luas. Karena selain untuk kilang, kita juga telah merencanakan untuk membangun industri turunannya. Jadi nanti berada di satu lokasi,” kata Rachmad.

Mengenai posisi lahan, mantan direksi Pertamina itu menyebutkan, pihaknya telah menentukan titik lokasi yang strategis. Untuk selanjutnya menunggu persetujuan dari pemerintah daerah.

Berkaitan dengan lahan, Gubernur minta melalui Biro Pemerintahan, Dinas Kehutanan, DPMPTSP dan OPD terkait untuk segera melakukan koordinasi. Baik dengan pihak terkait di Pemkab Bulungan maupun dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Sebelum dilakukan pembebasan, status lahan harus dipastikan,” ujarnya.

Bersamaan dengan itu, Gubernur juga meminta kepada pihak perusahaan untuk segera melengkapi syarat-syarat perizinan yang diperlukan. “Soal perizinan nanti bisa dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan DPMPTSP. Mengenai syarat-syaratnya apa, prosedurnya bagaimana, silakan dikomunikasikan. Apalagi sekerang sudah pakai sistem OSS. Yang pada prinsipnya, kita dari pemerintah daerah sangat mendukung, dan siap memfasilitasi,” kata Irianto.

Rencana PT KMJ untuk membangun kilang methanol sudah disampaikan sejak beberapa bulan lalu. Irianto mengatakan, untuk merealisasikan rencana pembangunan kilang pihak perusahaan bakal mengeluarkan total biaya investasi sekitar USD 679 juta atau lebih Rp 9 triliun.

Dengan masuknya investasi ini, Irianto minta kepada PT KMJ untuk dapat memberdayakan tenaga kerja lokal. Utamanya untuk bidang yang memang bisa dilakukan. Dari rencana penyerapan tenaga kerja yang dipaparkan PT KMJ, diketahui bahwa untuk tenaga lokal selama 4 tahun proyek berlangsung akan terserap sekira 3 ribu orang. Meliputi 1.000 orang teknisi proyek, dan 2 ribu orang pendukung kebutuhan hidup tenaga pelaksana proyek.

Sementara saat kilang methanol beroperasi, PT KMJ akan mempekerjakan sebanyak 125 orang tenaga kerja lokal sebagai teknisi dan operator, 125 orang tenaga bantuan (labor supply), dan 800 tenaga kerja pendukung kebutuhan hidup para pekerja dan labor supply. (humas)

Editor : uki-Berau Post
#pemerintahan