TANJUNG REDEB – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau mengaku mengalami hambatan, setelah para peserta program pelatihan kerja tak menginformasikan kelanjutan usai pelatihan.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas, Arif Rudi Hermawan mengatakan, tahun lalu terdapat lima paket pelatihan yang disediakan Disnakertrans Berau. Yaitu mekanik alat berat, teknisi roda dua, service AC, menjahit dan Office Tool (Operator Komputer). Dengan sekitar 80 orang yang mendapat pelatihan.
“Satu kelas pelatihan rata-rata 16 orang dengan menyesuaikan dengan Standar Balai Latihan Kerja (BLK) karena langsung praktek juga,” ujarnya.
Pada dasarnya, ia menyebut pelatihan kerja bertujuan untuk mendukung kelancaran operasional dan produktivitas, agar para pencari kerja dapat mencapai tujuan ilmu pengetahuan, kemampuan dan penentuan sikap. Hal ini dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja untuk para peserta pelatihan.
Lanjut Arif, kesulitan setelah mengadakan pelatihan kerja tersebut yakni timbal balik yang diberikan oleh peserta seperti apakah mereka sudah mendapat pekerjaan atau belum. Walau diakuinya hampir setiap pelatihan kerja selalu disampaikan kepada para peserta untuk memberikan timbal balik setelah pelatihan tersebut.
“Hampir semua pelatihan begitu. Padahal setiap penutupan kami sampaikan untuk meminta feedback. Berapa sih yang sudah bekerja, harapan kami setelah dilatih mereka bisa diserap,” ujarnya
Lanjutnya, selain menyediakan pelatihan, pihaknya juga membantu mencarikan tempat magang bagi peserta yang membutuhkan. Hal ini bertujuan agar apa yang diterima saat pelatihan kerja dapat diterapkan di dunia kerja. Namun tetap saja banyak dari peserta tersebut memilih-milih pekerjaan dan mengundurkan diri.
“Begitu sampai di lapangan banyak yang mundur. Padahal kita sudah fasilitasi semua, seperti mempertemukan dengan pihak-pihak perusahaan namun tetap itu menjadi kesulitan kami,” ujarnya
Ia mengatakan, hambatan tersebut tidak menyurutkan antusias para calon peserta dalam mengikuti pelatihan. Terlebih dunia pertambangan masih menjadi favorit para calon pencari kerja.
Walau di Kabupaten Berau belum menyediakan BLK, tidak menyurutkan Disnakertrans Berau untuk tetap bergerak. Khusus pelatihan alat berat, diakuinya telah berkolaborasi denga BLK Balikpapan. Meskipun itu membutuhkan biaya yang cukup mahal, karena peserta harus mengikuti pelatihan di Balikpapan.
“Kalau menjahit kami latih di sini, karena ada alatnya. Office Tool juga di sini, dan mekanik roda dua. Kalau mekanik alat berat kita tidak punya alatnya, karena butuh tempat yang luas. Jadi kita kirim ke luar yang memang sudah terstandarisasi,”pungkasnya. (hmd/arp)
Editor : uki-Berau Post