TANJUNG SELOR - Banyaknya potensi investasi di Kalimantan Utara (Kaltara), membuat target investasi mencapai Rp 29 triliun tahun ini. Dengan adanya target tersebut, Pemprov Kaltara mengupayakan agar target itu bisa terkejar.
Gubernur Kaltara Drs H Zainal Arifin Paliwang SH, M.Hum mengatakan, dengan adanya target investasi sebesar itu. Menjadikan Kaltara sebagai salah satu provinsi di Indonesia, yang mendapatkan target penerimaan investor terbesar.
Pada tahun 2021 penerimaan investor sekitar Rp 3 triliun dan tahun 2022 sekitar Rp 9 triliun. Namun, tahun ini justru ditargetkan 200 persen lebih besar dari capaian tahun sebelumnya yakni Rp 29 triliun. Padahal untuk provinsi lain, hanya ditargretkan 10-20 persen lebih banyak dari capaian yang sebelumnya.
“Hingga periode September lalu, Pemprov Kaltara baru mendapatkan investasi sebesar Rp 11 triliun dan masih menyisakan Rp 18 triliun sebelum akhir tahun 2023,” ujarnya, Senin (2/10).
Capaian Pemprov Kaltara sudah lebih baik dari tahun sebelumnya, hanya mendapatkan investasi Rp 9 triliun. Namun begitu, target tahun ini harus dikejar. Oleh karena itu, selama 3 bulan sebelum akhir tahun, berupaya agar nilai investasi bisa bertambah. Bahkan lebih baik dari yang ditargetkan dari Pemerintah Pusat.
“Ini menjadi upaya-upaya yang kita lakukan. Apalagi, target investasi ini cukup besar di Kaltara. Untuk itu, akan ada langkah untuk merealisasikannya,” harapnya.
Pihaknya optimis, jika capaian investasi pada tahun ini bisa mencapai nilai yang sesuai target Pemerintah Pusat, bahkan lebih baik lagi. Pasalnya, selama 3 bulan ke depan akan ada lagi sejumlah proyek industri yang segera berjalan di Provinsi Kaltara.
“Kita optimis, karena Pemprov sudah mendapatkan investasi itu. Bahkan nilainya bisa mencapai Rp 31 triliun. Hanya saya kita menunggu pengerjaannya dan InsyaAllah dalam 3 bulan ke depan semua proyek investasi akan berjalan,” jelasnya. (dkisptlhms)
Editor : uki-Berau Post