TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara daring, Senin (23/10) lalu.
Dalam rakor yang dipimpin oleh Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir ini, komoditas yang mengalami kenaikan dan merata di kabupaten/kota di Indonesia yakni gula pasir, beras, cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras.
Tomsi meminta untuk dilakukan pengecekan di daerah masing-masing. Di samping itu, ia juga mengingatkan pada tiga bulan mendatang hingga masuk ke awal tahun Januari 2024, kebutuhan sembako akan semakin meningkat.
“Oleh sebab itu kerja keras kita, langkah-langkah konsisten kita untuk melakukan cek di lapangan dan mencari solusinya. Serta melihat peluang-peluang untuk kita jadikan sebagai terobosan-terobosan kreatif sangat diperlukan,” katanya.
Sementara itu, Kabid PPAT Kanwil DJBP Kaltara Adi widyandana menyampaikan beberapa hal yang perlu dicermati pada rakor minggu ketiga ini. Mengenai harga komoditas yang masih tinggi. Di mana saat ini beras medium minggu lalu dikisaran Rp 15.300 dan di minggu ini berada pada Rp 14.800.
Ia juga mengatakan, HET yang dikeluarkan Bappenas menggunakan satuan liter. “Artinya ketika di Kaltara dikonversi ke satuan kilogram seharusnya lebih rendah secara kuantitas. Karena 1 liter sama dengan 0,7 kg,” terangnya, di ruang rapat Asisten Bidang Administrasi Lantai 2 Kantor Gubernur.
Ia melanjutkan, meskipun terjadi penurunan atau deflasi, tetapi harga nominal tertinggi mengundang impikasi 3 hal. Mencakup distablitas ekonomi makro, kekurangan gizi atas kesehatan dan bisa menyebabkan inefiensi. (dkisp)
Editor : izak-Indra Zakaria