PENAJAM- Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) kembali menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Babulu, Senin (5/2), dengan tujuan menghimpun informasi penting untuk perencanaan pembangunan tahun 2025. Dalam kesempatan tersebut, Penjabat (Pj) Bupati PPU, Makmur Marbun, meminta partisipasi aktif dari seluruh peserta Musrenbang untuk memberikan informasi dan perhatian penuh terhadap permasalahan yang terjadi di wilayah Babulu.
Marbun menekankan pentingnya menentukan prioritas pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Dengan jumlah penduduk sebanyak 39.921 jiwa dan luas wilayah 399,45 kilometer persegi, Babulu memiliki potensi sektor pertanian yang perlu mendapat perhatian khusus, terutama dalam infrastruktur pendukung pertanian seperti Bendung Telake dan Bendungan Lambakan.
"Saya berupaya mengoptimalkan potensi pertanian di Babulu dengan menjalin komunikasi dan koordinasi yang serius dengan seluruh sektor terkait," ujarnya.
Selain sektor pertanian, Marbun juga mencatat potensi pariwisata Babulu, seperti wisata sawah, mangrove, dan susur sungai, yang dapat menjadi peluang ekonomi alternatif bagi masyarakat setempat.
Namun, Marbun juga menyoroti perlunya peningkatan sarana dan prasarana dasar, termasuk cakupan pelayanan air bersih, jalan, jembatan, serta infrastruktur pendidikan dan kesehatan. Pelayanan kesehatan, khususnya Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Puspem), perlu ditingkatkan kualitasnya untuk mengurangi angka rujukan.
"Kita perlu bersyukur karena Babulu telah tergolong sebagai desa tahan pangan, namun masih ada banyak aspek yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Diharapkan, Musrenbang ini dapat menjadi forum yang efektif dalam mengidentifikasi permasalahan dan menyusun rencana pembangunan yang berkelanjutan untuk kebaikan Babulu dan seluruh masyarakat PPU. (kim/pro/adv)
Editor : Wawan