PROKAL.CO- Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini tengah memacu sektor kelautannya untuk menjadi tulang punggung ketahanan pangan, baik bagi warga lokal maupun masyarakat di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Memiliki garis pantai sepanjang 272 kilometer, wilayah ini memproyeksikan angka produksi perikanan tangkap yang cukup fantastis pada tahun 2026.
"Potensi perikanan tangkap kita diproyeksikan mampu menembus angka 6.740 ton pada tahun 2026 mendatang. Ini adalah bagian dari misi strategis kita untuk memastikan kebutuhan protein hewani masyarakat dan IKN terpenuhi," ujar Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto.
Andi mengungkapkan bahwa optimisme tersebut didorong oleh ekosistem profesi nelayan yang sudah sangat mapan di daerah berjuluk Benuo Taka tersebut. Menurut data terbaru, kekuatan armada laut PPU saat ini sudah mencapai ribuan unit yang siap beroperasi setiap harinya di perairan strategis penyangga ibu kota baru.
"Saat ini kita diperkuat oleh sekitar 2.902 nelayan yang sudah terorganisir dalam 367 kelompok. Dukungan armada kita juga sangat solid dengan adanya 2.505 unit kapal berbagai ukuran yang menjadi tulang punggung produksi kita," jelas Andi.
Secara statistik, produksi perikanan di PPU memang terus menunjukkan grafik yang menggembirakan. Jika pada tahun 2024 produksi berada di angka 6.606 ton, maka pada tahun 2025 angka tersebut naik menjadi 6.672 ton. Peningkatan konsisten sebesar 66 ton per tahun ini menjadi fondasi kuat bagi pemerintah daerah untuk mengejar target yang lebih besar.
"Tren kita sangat positif. Dari capaian 6.672 ton di tahun 2025, kami sangat yakin target 6.740 ton di tahun 2026 bisa tercapai dengan kerja keras semua pihak," tambahnya.
Guna memastikan angka tersebut bukan sekadar prediksi, Pemerintah Kabupaten PPU telah menyiapkan berbagai stimulus nyata bagi para pejuang laut. Program-program ini dirancang untuk menyentuh langsung aspek kesejahteraan dan produktivitas di lapangan.
"Kami tengah mengusulkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan pesisir. Selain itu, alokasi anggaran juga akan kami fokuskan pada pemberian bantuan mesin kapal serta alat tangkap yang lebih mumpuni agar produktivitas nelayan kita semakin meningkat," tutup Andi Trasodiharto. (*)