Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Mengenal Minyak Paser, Mulai dari untuk Penyembuhan hingga sebagai Penghalau bagi yang Berniat Jahat

Redaksi • Selasa, 3 Juni 2025 - 17:04 WIB
Paidah Riansyah
Paidah Riansyah

PROKAL.CO, PENAJAM-Di tengah kekayaan budaya masyarakat Paser yang mendiami Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU), terdapat satu tradisi unik yang dikenal dengan minyak Paser.

Minyak ini bukan sekadar ramuan biasa, melainkan dipercaya memiliki kekuatan magis yang sangat kuat, bahkan mampu membawa malapetaka bagi siapa pun yang berniat jahat, khususnya pencuri buah.

Keyakinan kekuatan magis minyak Paser sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Paser. 

Minyak ini, yang konon diolah dengan ritual dan bahan-bahan tertentu, biasanya dimasukkan ke dalam botol kecil dan digantungkan pada pepohonan buah yang ingin dilindungi. Tujuannya untuk menghalau pencuri.

Pada era 1979-an, seperti sepengetahuan Kaltim Post,  secara kasat mata dapat dilihat terdapat botol-botol berukuran kecil yang bergelantungan di atas pohon-pohon buah.

Hal itu, sebagai pengingat agar siapapun tidak memiliki niat untuk mencuri buah pada pohon tersebut.

Karena, apabila dilakukan, bakal terkena tuah dari minyak tersebut, mulai dari sakit hingga hal-hal terburuk lainnya.

Mitos yang beredar di kalangan masyarakat Paser menyatakan bahwa siapa pun yang nekat mencuri buah dari pohon yang dijaga minyak Paser akan mengalami nasib buruk.

Mereka dipercaya akan menderita sakit parah, bahkan dalam kasus ekstrem, dapat berujung pada kematian.

Efek ini seringkali digambarkan sebagai “kutukan” yang bekerja secara misterius, membuat pencuri merasakan sakit yang tak terjelaskan secara medis.

Bagi masyarakat setempat, minyak ini dianggap lebih dari sekadar jimat anti-pencuri, minyak Paser mencerminkan beberapa aspek penting dalam masyarakat etnis Paser. Misalnya, sebagai penjaga harta benda.

Ini adalah salah satu bentuk kearifan lokal dalam menjaga hasil panen dan mencegah pencurian.

Di daerah yang mungkin sulit dijangkau penegak hukum atau di mana sistem pengawasan formal belum optimal, tradisi ini berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial yang efektif.

Di samping itu, kepercayaan terhadap kekuatan supranatural adalah bagian integral dari budaya Paser.

Minyak Paser menjadi bukti nyata dari adanya kekuatan yang tidak terlihat, namun diyakini sangat berpengaruh dalam kehidupan.

Selain itu ada penanaman moral, yang secara tidak langsung, keberadaan minyak Paser menanamkan nilai-nilai kejujuran dan rasa hormat terhadap hak milik orang lain.

Ancaman magis ini berfungsi sebagai peringatan keras bagi siapa pun yang ingin berbuat curang.

Hal lainnya adalah identitas budaya. Melalui tradisi ini juga memperkuat identitas budaya etnis Paser dan menjadi bagian dari warisan leluhur yang terus dilestarikan secara turun-temurun.

Meskipun, bagi sebagian orang di luar masyarakat Paser keberadaan minyak ini mungkin terdengar irasional, bagi masyarakat Paser sendiri, ini adalah bagian dari realitas spiritual mereka.

Efek yang terjadi pada pencuri mungkin bisa diinterpretasikan secara beragam, mulai dari faktor psikologis (efek sugesti dan rasa bersalah yang memicu penyakit) hingga penjelasan supranatural.

Minyak Paser adalah contoh menarik bagaimana masyarakat adat menggunakan unsur-unsur spiritual dan kearifan lokal untuk menjaga ketertiban, melindungi sumber daya, dan melestarikan nilai-nilai budaya mereka.

Ini bukan hanya tentang sebuah ramuan, tetapi juga tentang sebuah sistem kepercayaan yang kuat dan cara hidup.

Paidah Riansyah, tokoh Lembaga Adat Paser (LAP) PPU, saat dikonfirmasi berkaitan dengan minyak ini, menambahkan  minyak Paser atau Lenga' Paser bermacam jenisnya.

Ia lalu merincikan, di antaranya, Lenga' Sengkodot adalah minyak Paser untuk melumpuhkan orang yang berniat jahat atau maling tanaman di kebun maupun barang di rumah.

“Efek yang diterima oleh si pencuri adalah maling tersebut akan seketika itu lumpuh dan tulang persendiannya tidak bisa berfungsi, sehingga si maling akan mengalami lumpuh,” kata Paidah Riansyah, Minggu (1/6/2025).

Dia melanjutkan, ada dua jenis lumpuh yang disebabkan oleh Lenga' Sengkodot yakni, pertama maling lumpuh biasa tidak merasakan sakit di persendiannya, dan yang kedua mengalami lumpuh dengan sakit yang luar biasa menggerogoti di persendian tulangnya.

“Cara pengobatannya di ‘Perisu’ menggunakan Lenga Sengkodot tersebut oleh si pemilik dengan membacakan soyong/mantra tertentu biasanya ‘Perisu’ atau proses penyembuhannya menggunakan daun-daun biowo yang diolesi Lenga Sengkodot tersebut,” jelasnya.

Berikutnya adalah Lenga' Toyung atau Minyak Terung adalah minyak untuk menyembuhkan penyakit bisulan pada tubuh.

Namun, lanjutnya, Lenga Toyung atau Minyak Terung ini juga bisa membuat celaka seseorang apabila pantangannya dilanggar.

“Misalkan di suatu rumah ada menyimpan Lenga Toyung atau Minyak Terung, maka pada radius tertentu jika ada tetangga atau orang yang membakar buah terong mentah maka seseorang tersebut bisa terserang oleh pengaruh gaib Lenga Toyung tersebut. Hal itu dengan bukti pada kulit atau tubuh seseorang akan bermunculan bisul yang bernanah terus-menerus yang tidak bisa diobati secara medis, maka cara penyembuhan sama dengan cara maling terkena Lenga Sengkodot,” jelasnya.

Selain dua minyak tadi itu, Paidah Riansyah menyebut nama Lenga' Bumbut atau Minyak Bumbut adalah minyak Paser yang berfungsi untuk menyambung tulang yang retak atau keseleo.

Lenga' Rambai Bintong atau Minyak Bintang adalah minyak Paser untuk menyembuhkan tubuh yang terluka dan yang paling ektrem Lenga Rambai Bintong bisa untuk menyambung tubuh manusia yang telah terpotong atau terpisah.

“Biasanya Lenga' Rambai Bintong atau Minyak Bintang ini bekerja pada malam hari. Kode alamnya jika bintang di langit terlihat di malam hari maka perlahan tubuh yang terpisah itu akan tersambung kembali. Ya, sejenis ilmu Rawa Rontek mungkin kalau di tanah Jawa, dan masih banyak puluhan jenis  Lenga' Paser atau Minyak Paser itu. Mungkin yang saya sebutkan itu hanya yang cukup familier saja,” jelasnya. (far)

ARI ARIEF

ari.arief@kaltimpost.co.id 

Editor : Faroq Zamzami
#ppu #tradisi #minyak paser #paser