Diketahui, Adri dicalonkan sebagai wakil Sulaiman sebagai penantang petahana pada Pilkada Kaltara 2024. "Sebagai warga negara yang punya hak politik untuk memilih dan dipilih, saya diminta tapi sampai saat ini belum ada deklarasi. Saya sudah mengajukan surat pengunduran diri, saya menjawab permintaan BEM.
Saya seorang kesatria, ketika saya dituduh mendukung salah satu calon, sementara calon itu belum ada, saya secara resmi belum mendaftar tetapi untuk menunjukkan rasa kesatria saya, saya sudah mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai rektor," ujarnya.
"Saya siap memenuhi seluruh persyaratan calon yang diperlukan untuk proses pendaftaran di KPU. Salah satunya dengan surat pengunduran diri sebagai ASN saya sudah ajukan. Yang kedua surat pernyataan dan sudah saya lakukan," katanya.
Dikatakan, menyoal dirinya maju atau tidak merupakan hak semua orang dan menurutnya, sejauh ini pihaknya merasa tidak melanggar apa pun dalam aktivitasnya sebagai ASN.
Menurutnya, adapun komunikasi dengan Andi Sulaiman merupakan komunikasi yang lumrah secara pribadi. Mengingat dirinya menjalin komunikasi pada semua politisi.