“Kalau untuk seluruh 14 kabupaten/kota itu linier rasanya sulit juga, tetapi kami akan upayakan semaksimal mungkin. Seperti misalnya Sekadau tidak ada masalah, sangat linier, karena Demokrat dengan Nasdem-kan, saya juga didukung Demokrat, Nasdem, itu lebih bagus. Tapi kalau di daerah lain mungkin bisa tidak sama,” terangnya.
Mantan Wali Kota Pontianak Pontianak dua periode itu menekankan, dalam kontestasi Pilkada serentak, harus bisa disikapi dengan bijak. Karena yang terpenting menurutnya adalah bagaimana masing-masing calon bisa beradu secara visi, dan misi. “Saya tidak mau ada menyerang pribadi, dan sebagainya, tidak usah, kita tetap argumentasi, terutama visi misi,” tegasnya.
Mengenai visi misi, Midji menyatakan bakal melanjutkan program-program di periode pertama kepemimpinannya bersama Ria Norsan. Misalnya terkait kemantapan jalan provinsi, dari total sepanjang 1.534 kilometer, ketika awal menjabat di tahun 2018, Midji menyebut angkanya baru mencapai 49,9 persen.
Kemudian kemantapan jalan berhasil ditingkatkan sekitar 30 persen selama lima tahun, menjadi 80 persen di akhir masa jabatan tahun 2023 lalu.
“Itu dalam masa pandemi Covid-19 anggaran tergerus, karena Covid-19, kami bisa tingkatkan 30 persen, kalau kami dipercaya masyarakat untuk kembali memimpin di periode kedua, saya yakin (jalan mantap) itu bisa tuntas karena hanya tinggal 20 persen,” paparnya. Sementara di bidang kesehatan, menurut Midji pembangunan infrastruktur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso sudah selesai. Ke depan tinggal bagaimana terus meningkatkan pelayanan.
Kemudian di bidang pendidikan, selama menjabat, Midji menyebut telah membangun lebih dari 60 unit sekolah baru untuk SMA, dan SMK.
“Pada periode kedua saya mau bangun jumlah yang sama, sehingga tidak ada lagi daerah yang anak-anak tamat SMP tidak tertampung di SMA, dan tetapi (SPP) SMA/SMK negeri gratis. Kalau saya jawab dengan data saja, jangan dengan emosional, karena data, orang mau ngomong apapun, data itu tidak bisa dibantah,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Demokrat Kalbar Ermin Elviani menjelaskan, surat tugas sebagai calon gubernur Kalbar yang dikeluarkan DPD Demokrat sebenarnya ada dua. Selain Sutarmidji, surat tugas yang sama juga diberikan kepada Ria Norsan. Itu karena sebelumnya, keduanya sama-sama mendaftar sebagai calon gubernur di partai Demokrat.
“Hari ini (kemarin) surat tugas saya berikan atas nama Bapak Sutarmidji sebagai calon gubernur provinsi Kalbar, jadi belum sepaket (wagub), kalau sepaket nanti itu rekomendasi. Tetapi seperti yang kita ketahui semoga mereka (Midji-Norsan) tetap bersama, dengan terbitnya (surat tugas), Insyallah keduanya (mendapat) rekomendasi (berpasangan),” jelasnya.
Terkait alasan Demokrat mengusung Midji-Norsan di Pilgub Kalbar 2024 ini, Ermin mengatakan karena mempertimbangkan hasil kinerja mereka selama periode pertama, dan juga dari hasil survei-survei yang dilakukan.
“Survei yang pasti, survei itu ada popularitas, elektabilitasnya juga, terus mereka (Midji-Norsan) mendaftar di Demokrat kemarin, itu menjadi pertimbangan kita. Untuk (surat) rekomendasi itu (nanti) keputusan DPP (Dewan Pimpinan Pusat),” tutupnya. (bar)