Sejumlah parpol nonparlemen di Kabupaten Kapuas sepakat untuk membentuk Koalisi Kapuas Berdaya. Terdiri dari Partai Gelora, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garuda, Partai Kebangkitan Nusantara, Partai Ummat, Partai Buruh dan Partai Prima. Persaingan Pilkada Kapuas 2024 sepertinya bakal menarik, setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam kriteria perolehan suara penetapan pasangan calon.
Berdasarkan syarat baru putusan MK maka pengusulan paslon pilkada oleh partai politik tidak lagi menggunakan ketentuan ambang batas kursi DPRD yaitu 20 persen, namun syarat baru pengusulan paslon menggunakan ambang batas perolehan suara sah parpol maupun gabungan parpol yang dikaitkan dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 di masing-masing daerah. Hal ini memberikan angin segar bagi beberapa parpol nonparlemen untuk ikut andil dalam persaingan.
Menyikapi peluang tersebut, pada Kamis, 22 Agustus 2024, sejumlah parpol nonparlemen di Kabupaten Kapuas yang terdiri dari Partai Gelora, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garuda, Partai Kebangkitan Nusantara, Partai Ummat, Partai Buruh dan Partai Prima sepakat untuk membentuk koalisi yang dinamakan “Koalisi Kapuas Berdaya”.
Koalisi juga sepakat untuk menunjuk Ketua Partai Gelora Cabang Kapuas Agus Hermawan atau kerap disapa Aher sebagai juru bicara koalisi. “Tujuan adanya koalisi ini adalah untuk membuka komunikasi seluas-luasnya maupun memperkuat barisan koalisi kepada paslon Kepala Daerah Kabupaten Kapuas di Pilkada 2024 yang mana punya misi sejalan dengan kami atau garis perjuangan koalisi,” ungkap Aher kepada Radar Sampit, Sabtu (24/8/2024). Selain itu, pihaknya juga sepakat untuk mengusulkan kader-kader terbaik dari parpol yang tergabung dalam Koalisi Kapuas Berdaya untuk maju menjadi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kapuas di Pilkada 2024. “Dari persentase suara dari enam partai yang baru bergabung ini kita memang baru mengantongi 3,8 persen suara, seharusnya dengan skema yang ada masih memungkinkan bagi kita untuk bisa memcalonkan diri juga sebenarnya, meskipun peluangnya misalnya adanya di wakil bupati,” jelas Aher.
Sementara itu melihat peta persaingan di Pilkada Kapuas 2024 ada lima parpol besar yang dapat maju sendiri tanpa koalisi yaitu Golkar 17 persen PDIP 15 persen dan Nasdem 13,2 persen, Gerindra 11,2 dan PKB 9,7 persen. Dari data tersebut, pengamat politik di Kabupaten Kapuas M. Junaedi Lumban Gaol melalui unggahan pribadinya menilai ada beberapa pasangan yang bisa dipastikan maju yaitu Pasangan Erlin Hardi – Alberkat Yadi dari Golkar, kemudian Wiyatno-Dodo dari PDIP, Dealdo- Ismeth didukung Partai Nasdem, Alfian-Agati yang kemungkinan besar diusung Gerindra dan Tommy Saputra -Habib Banua dari PKB.
Selain itu, tidak menutup nama seperti Ahmad Sopian Apriadi (ASA) mendapatkan dukungan parpol minimal 8,5 persen suara. Radar Sampit juga sempat menanyakan kepada Aher, Jubir dari koalisi nonparlemen atau Koalisi Kapuas Berdaya bahwa dirinya tidak menampik dan menutup diri untuk maju.
“Sebelumnya juga ada dorongan dari Pak Bestari Barus, salah satu pengamat politik yang sering wara-wiri di Indonesian Lawyer Club (ILC), beliau berdoa saya bisa maju. Secara pribadi, selagi itu mungkin, mengapa tidak?” ucap Aher. Untuk diketahui, semakin mendekati tahapan pendaftaran paslon di KPU, semakin banyak drama politik yang terjadi di Kabupaten Kapuas. Diantaranya rekomendasi PAN yang jatuh ke paslon Wiyatno-Dodo dan mundurnya Farij Ismeth Rinjani dari Partai Demokrat usai diberikannya rekomendasi partai ke pasangan Wiyatno -Dodo. (rm-107/yit)