Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Saling Sindir Program Kerja di Debat Perdana Pilgub Kaltim

Bayu Rolles • Kamis, 24 Oktober 2024 - 17:00 WIB
Isran - Hadi
Isran - Hadi

 

Debat perdana Pemilihan Gubernur Kaltim terselenggara, Rabu Malam, 23 Oktober 2024. Dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kaltim, Isran Noor-Hadi Mulyadi dan Rudy Mas'ud-Seno Aji saling memaparkan visi-misi mereka ke masyarakat Kaltim. 

Tak luput, bagaimana mereka merespons isu-isu krusial di Kaltim yang menjadi pertanyaan yang diajukan para panelis yang disiapkan KPU Kaltim. Debat terbagi enam segmen. Di segmen satu para paslon memaparkan visi-misi hingga program kerjanya. 

Paslon nomor urut 01, Isran Noor dan Hadi Mulyadi mengusung visi "Kaltim berdaulat untuk Semua" dengan lima misi, yakni berdaulat mencapai transformasi sosial melalui pembangunan sumberdaya manusia yang unggul dan sejahtera; berdaulat mencapai transformasi ekonomi inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan; berdaulat mewujudkan transformasi tata kelola lewat penguatan kelembagaan pemerintahan yang efektif, kolaboratif, dan berintegritas; berdaulat mewujudkan infrastruktur berkualitas, merata, dan berkeadilan; berdaulat dalam ketahanan ekologi dan pembangunan kemaritiman yang maju dan profesional.

Sementara Paslon nomor urut 02, Rudy Mas'ud dan Seno Aji mengusung visi "Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas" dengan enam misi, yakni, Mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan sejahtera; Mewujudkan Kaltim sebagai pusat ekonomi baru yang inklusif berbasis industrialisasi komoditas unggulan daerah; meningkatkan pembangunan infrastruktur guna menunjang kegiatan perekonomian dan pelayanan publik dan kesehatan; mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, professional, dan berintegritas berbasis teknologi informasi; meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan penguatan budaya dan kearifan lokal; dan mewujudkan Pembangunan yang berwawasan lingkungan yang berkelanjutan.

Di segmen kedua tema debat berkelindan tentang strategi pasangan calon dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dari sisi penyediaan fasilitas kesehatan yang merata, backlog perumahan, serta upaya menekan angka pengangguran di Kaltim. 

Di segmen ini, ajang saling serang mulai nampak seperti saat Isran yang seketika mengoreksi pernyataan Rudy Mas'ud terkait akan menghadirkan rumah sakit unggulan merata se-Kaltim namun terucap 10 kecamatan se-Kaltim. "Saya hanya mengoreksi saja, Mungkin maksudnya 10 kabupaten/kota, bukan 10 kecamatan," sebutnya.

Bahkan Isran menyebut hal itu merupakan program yang bagus. "Handak jadi gubernur kah," katanya di podium yang disambut antusias para penonton debat di Plenary Hall Sempaja Samarinda. 

Dia pun menyebut enggan berkomentar banyak lantaran takut dilaporkan ke kepolisian jika terlalu dalam mengkritik program yang disampaikan paslon nomor urut 02. Hal ini disinggungnya lantaran beberapa hari sebelum debat, tim hukum Rudy-Seno melaporkan seorang pemuda bernama Andi Muhammad Akbar ke Polda Kaltim terkait kritikan yang menyebut adanya utang yang tercatat di Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Rudy Mas'ud. 

Paslon 02 pun balik menyerang ketika sub tema menekan angka pengangguran. Calon Wakil Gubernur Seno Aji menyebut miris melihat angka pengangguran di Kaltim yang masih meski banyak ruang pekerjaan yang tersedia cari pengelolaan sumber daya alam. Mayoritas merupakan pekerja migran dari daerah lain bukan orang daerah. "Miris melihatnya, bahkan dengan APBD Kaltim yang besar belum bisa berbuat banyak," tuturnya.

Jika keduanya terpilih, maka program kerja gratispol yang mereka usung menjadi jawaban untuk menekan pengangguran di Kaltim. Lewat program ini, kata Seno, pemerintah bisa menumbuhkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan bisa menyerap tenaga kerja. "Bayangkan satu UMKM memiliki 2-3 orang pekerja. Jika dirawat dan dikembangkan dengan baik UMKM yang ada bisa maksimal menyerap tenaga kerja," klaimnya.

Program gratispol selalu dilontarkan di setiap momen Rudy Mas'ud dan Seno Aji maju ke podium. Baik ketika mereka menyampaikan pendalaman visi-misi hingga saat menyoroti respons pasangan lawan, Isran Noor dan Hadi Mulyadi dalam menangani problematika kesejahteraan masyakarat.

Di segmen ketiga, bertema tentang pembangunan daerah penyangga Ibu Kota negara (IKN) dengan sub tema seputar kesiapan daerah, pemajuan kebudayaan lokal, hingga pemerataan pembangunan di tengah upaya menopang IKN.

Saat mendapat pertanyaan terkait pembangunan IKN yang berpotensi melambat karena penurunan anggaran yang dialokasikan. Isran menyebut hal itu bukanlah kewenangan gubernur, melainkan Presiden. Gubernur selaku perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah perlu memastikan penyelenggaraan pembangunan di daerah selaras dengan kebijakan nasional. 

"Itu kebijakan presiden, bukan gubernur. Presiden sekarang ini presidenku. Mau ku laporkan ke presiden kah? Pahamlah ikam, Neh," ucap yang seketika disambung riuh para pendukungnya. 

Namun, menurut Paslon 02, pemprov selaku perpanjangan tangan pusat harusnya bisa lebih aktif dalam menyelaraskan kebijakan nasional di daerah. Untuk itu menurut Rudy dan Seno, besarnya APBD Kaltim sanggup untuk menyiapkan daerah penyangga secara rinci.

Di segmen keempat dan kelima keduanya saling menyoroti visi-misi dan program kerja yang ditawarkan ke masyarakat. Paslon Rudy-Seno misalnya, menyoroti masih tingginya angka kasus stunting atau tengkes di Kaltim dalam lima tahun terakhir. Bahkan angka reratanya, sebut dia, masih jauh di atas angka rerata nasional atau se-kalimantan.

Kritikan itu disanggah pasangan Isran Noor, Hadi Mulyadi menyebut angka prevalensi Kaltim sudah jauh dibawah angka nasional. Pada 2024 sudah berada di angka 14 persen. Soal kasus yang masih tinggi memang tak ditepisnya. Namun, menurut dia, ada usaha nyata dirinya bersama Isran ketika memimpin Kaltim periode 2018-2023. "Memang belum 100 persen. Karena itu, kami perlu melanjutkan dan menuntaskan," sebutnya. 

Isran-Hadi pun menyoroti program gratispol yang ditawarkan pasl timon Rudy-Seno. Karena penggunaan anggaran untuk berbagai hal gratis khususnya pemberangkatan umrah yang ditawarkan justru belum jelas nomenklatur. Tanpa nomenklatur yang jelas, APBD, kata Hadi, tak bisa sembarangan digunakan. 

"Ini perlu dipertegas. Dan berapa banyak yang bisa diberangkatkan. Harus ada nomenklatur jelas," tuturnya.

Rudy dan Seno pun menjawab hal itu hanya berlaku untuk marbot masjid. Hal ini bisa ditempuh jika berkaca di Jakarta ketika Basuki Tjahaja purnama alias Ahok menjabat gubernur. Kala itu, dia bisa memberangkatkan sejumlah marbot lewat dana bantuan operasional penyelenggaraan. "Kalau Jakarta bisa, kenapa Kaltim tidak bisa," sanggah Seno.

Di segmen keenam debat, para paslon diberikan kesempatan menyampaikan pernyataan penutup. Paslon 01 Isran Noor-Hadi Mulyadi membuat pernyataan jika visi-misi dan program kerja mereka lebih realistis ketimbang paslon lawan. 

"Visi-misi dan program kerja saya ataupun lawan sama-sama bagus. Tapi yang realistis dengan kondisi daerah tetap milik kami, Isran-Hadi," ucapnya. Ditambahkan Hadi Mulyadi, lima tahun memimpin Kaltim, keduanya sudah menggelontorkan lebih dari Rp 1,2 triliun dan jumlah itu akan bertambah jika kembali terpilih dengan target sebanyak Rp 2,5 triliun.

Sementara Paslon 02, Rudy Mas'ud dan Seno Aji menegaskan fokus kerja mereka jika terpilih untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kaltim. Lewat program gratispol yang menyasar pada pendidikan, kesehatan, wifi, umroh, hingga makan siang bagi anak sekolah diyakini mampu membawa kesejahteraan bagi warga Kaltim.

"Kaltim harus lebih maju, kebijakan harus lebih inovatif, dan kami berdua siap menerima mandat memimpin Kaltim," tandas keduanya di penghujung debat.(*)

 

 
 
 
 
Editor : Indra Zakaria
#Pilgub Kaltim 2024