Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Musancab Panaskan Mesin Politik PDI Perjuangan Kukar, Siap Hadapi 2029 dengan Mental Pemenang

Elmo Satria Nugraha • Sabtu, 25 April 2026 | 17:03 WIB
Musyawarah Anak Cabang DPC PDI Perjuangan Kutai Kartanegara (Elmo/Prokal.co)
Musyawarah Anak Cabang DPC PDI Perjuangan Kutai Kartanegara (Elmo/Prokal.co)
 
PROKAL.CO, TENGGARONG – Berbagai partai politik (Parpol) di Indonesia mulai memanaskan mesin politik mereka jelang pesta demokrasi selanjutnya di tahun 2029—tak terkecuali Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Partai yang identik dengan banteng merah dan partai wong cilik ini terus merapatkan barisan, termasuk di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
 
Menjadi pemenang di Pemilihan Umum (Pemilu), Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 dan Pemungutan Suara Ulang (PSU) tahun 2025 lalu. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kukar terus perkuat struktur dari akar rumput. Bersiap menghadapi kontestasi politik selanjutnya dengan mental pejuang dan pemenang.
 
Melalui Musyarawah Anak Cabang (Musancab) yang digelar di Gedung Putri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang, Sabtu (25/4/2026). Melalui Musancab perdana dalam sejarah partai PDI Perjuangan Kukar, Ketua DPC Rendi Solihin ambil sikap tegas. Ia menegaskan bahwa tahun 2029 adalah saatnya PDI Perjuangan kembali menangkan hati rakyat dan tetap menjadi pemenang di Kukar.
 
“Tahun 2029 kita menangkan hati rakyat dan pastikan Kutai Kartanegara menjadi rumah PDI Perjuangan,” seru Rendi saat menyampaikan sambutannya.
 
Rendi juga memberi peringatan terbuka kepada kader partainya agar tidak terjebak konflik internal menjelang agenda politik 2029. Ia meminta seluruh kader di DPC, PAC maupun ranting 20 kecamatan menghentikan sikap saling menjatuhkan dan mulai fokus bekerja di tengah masyarakat.
 
 
“Saudara-saudaraku, menuju tahun 2029 kita tidak boleh lengah. Kita tidak boleh malas. Kita tidak boleh sibuk saling menyikut sesama kawan,” tegasnya.
 
Alih-alih habis untuk konflik, ia meminta partai menyerahkan energinya dengan turun langsung ke masyarakat dan menunjukkan kerja nyata. Kemenangan politik tidak bisa diraih hanya dengan slogan. Karena itu, persatuan internal dan militansi kader di lapangan disebut menjadi faktor penting menghadapi kontestasi mendatang.
 
Proses panjang sudah di lalui bersama, dan Rendi meyakini PDI Perjuangan tetap solid di daerah ini. Rendi yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Kukar ini menegaskan bahwa partainya telah menyiapkan DPC yang segar srta wajah-wajah baru khususnya generasi muda. Untuk mewujudkan melek politik sejak dini, mengingat bahwa kebijakan pemerintah sangat berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
 
“PDI Perjuangan bukan partai transit dan kami tidak mengenal politik dua kaki. Karena itu, kami menginstruksikan seluruh kader, termasuk fraksi, untuk turun langsung ke masyarakat,” jelasnya.
 
Dengan kemenangan 16 kursi legislatif di tahun 2024 lalu, tahun 2029 nanti partainya menargetkan 19 kursi. Rendi pastikan bahwa PDI Perjuangan tidak akan fokus pada rivalitas, melainkan memperkuat basis akar rumput. Kunci kemenangan ke depan adalah hadir di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, dan memberikan solusi atas permasalahan yang ada.
 
“Dengan berbagai skema pembangunan yang ada, termasuk kehadiran IKN, kami menyatakan kesiapan untuk menghadapi kontestasi ke depan dengan soliditas yang utuh,” tandas Rendi.
 
Dukungan penguatan internal juga datang dari pengurus Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sekretaris DPD PDI Perjuangan Ananda Emira Moeis turut berpesan kepada seluruh kader DPC Kukar untuk terus menjaga solidaritas partai—satu rasa, satu langkah. Yang juga sejalan dengan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. 
 
“Soliditas partai harus benar-benar dijaga. Satu rasa, satu langkah. Kalau ada yang susah, dirasakan bersama, kalau senang juga dirasakan bersama. Ketika satu bergerak, semua harus bergerak,” bebernya.
 
Dalam Musancab ini, ada  dua hal utama yang menjadi fokus. Pertama, konsolidasi elektoral untuk kemenangan 2029, mulai dari penguatan organisasi pemenangan, persiapan caleg, hingga saksi. Serta konsolidasi kerja-kerja kerakyatan—dimana PDI Perjuangan harus terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan dan memberikan solusi atas persoalan yang ada.
 
“Di Kutai Kartanegara, kita memiliki tiga pilar yang lengkap, yaitu eksekutif, legislatif, dan struktur partai. Ini harus dimanfaatkan untuk menjangkau masyarakat hingga ke akar,” ujar Ananda.
 
Ananda menyampaikan pentingnya peran kader partai untuk memahami betul kebutuhan masyarakat saat ini, termasuk dampak kondisi ekonomi global yang juga dirasakan di daerah. Karena itu, kader PDI Perjuangan harus berani bersuara untuk mendorong program-program yang tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
 
“Kita harus terus medengarkan rakyat, merasakan dan mewujudkan aspirasi tersebut,” tutup Ananda. (moe)
Editor : Indra Zakaria
#pdip