PROKAL.CO, SAMARINDA - Bursa bakal calon Wali Kota Samarinda untuk Pilkada 2030 mulai menghangat. Sejumlah nama dari internal Partai Gerindra mulai mencuat dan digadang-gadang berpeluang maju untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di Kota Tepian.
Sedikitnya ada tiga kader Gerindra yang kini ramai diperbincangkan, yakni Sekretaris DPD Gerindra Kalimantan Timur Agus Suwandy, Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah, serta Anggota DPRD Kalimantan Timur Afif Reyhan Andi Harun.
Menanggapi menguatnya nama-nama tersebut, Agus Suwandy menilai hal itu sebagai dinamika politik yang positif bagi Partai Gerindra. Menurutnya, semakin banyak kader yang dinilai layak maju menunjukkan partai memiliki stok figur untuk bertarung pada Pilwali mendatang. "Saat ini mulai bermunculan nama-nama kader Gerindra untuk calon Wali Kota Samarinda, termasuk nama saya. Ini menunjukkan dinamika yang positif bagi partai karena kita sudah punya kader sendiri untuk diusung," kata Agus, Sabtu (27/6/2026).
Meski demikian, Agus menegaskan kemunculan sejumlah nama belum berarti ada kandidat yang telah dipastikan mendapat tiket. Sebab, penentuan calon kepala daerah sepenuhnya menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra melalui mekanisme yang berlaku.
Ia mengatakan, fenomena munculnya nama-nama kader bukan hanya terjadi di Samarinda, tetapi juga di berbagai daerah lain di Kalimantan Timur. Namun, suhu politik di ibu kota provinsi dinilai lebih terasa karena Wali Kota Samarinda saat ini, Andi Harun, akan mengakhiri masa jabatannya setelah dua periode memimpin kota tersebut.
Agus menjelaskan, mulai dikenalkannya kader-kader internal merupakan tindak lanjut dari hasil rapat konsolidasi Partai Gerindra yang digelar di Balikpapan pada Mei 2026. Salah satu rekomendasi dalam forum tersebut adalah mendorong kader terbaik mulai membangun popularitas dan kedekatan dengan masyarakat sejak dini.
"Rekomendasinya adalah mulai mengampanyekan lebih awal kader-kader internal terbaik untuk kontestasi politik daerah ke depan," ujarnya. Sebagai anggota DPRD Kalimantan Timur, Agus menilai seluruh kader memiliki peluang yang sama untuk memperoleh mandat partai. Karena itu, ia mengingatkan bahwa kerja politik tidak bisa dilakukan secara instan menjelang pemilihan.
"Kerja politik tidak bisa instan. Lakukan dari sekarang. Bergerak di tengah masyarakat dan berusaha mengatasi persoalan yang sedang dialami masyarakat," katanya. Agus juga menegaskan seluruh kader Gerindra akan menghormati keputusan DPP terkait siapa yang nantinya diusung pada Pilwali Samarinda 2030. Ia memastikan seluruh mesin partai akan solid mendukung kandidat yang dipilih.
"Sebagai kader, fatsun politik kita jelas. Kita akan mengawal dan memenangkan calon terbaik yang diputuskan oleh partai," pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria