Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Andi Harun Tepis Isu Pindah Partai: Menyingkirkan Orang dengan Cara Licik Itu Berdosa

Redaksi Prokal • Senin, 29 Juni 2026 | 10:15 WIB
Andi Harun
Andi Harun

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, angkat bicara untuk meredam spekulasi liar yang beredar di media sosial terkait masa depan politiknya. Pria yang sukses memimpin Samarinda ini membantah keras rumor yang menyebut dirinya akan meninggalkan Partai Gerindra. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya tetaplah kader setia dari partai berlambang kepala burung garuda tersebut dan tidak memiliki alasan sedikit pun untuk berpindah kendaraan politik.

Isu perpindahan partai ini mencuat setelah publik menyoroti absennya Andi Harun dalam sejumlah agenda penting DPD Gerindra tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Menanggapi hal tersebut, Andi Harun membeberkan fakta mengejutkan. Ia menjelaskan bahwa ketidakhadirannya selama ini bukan karena kesengajaan, melainkan karena dirinya memang tidak pernah menerima undangan resmi dari kepengurusan Gerindra tingkat provinsi.

"Satu-satunya alasan saya tidak hadir di kegiatan DPD tingkat provinsi karena saya memang tidak diundang. Tapi kalau kegiatan DPP, baik di Hambalang maupun Jakarta, saya selalu hadir karena memang diundang," tegas Andi Harun saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda.

Ia pun mengajak masyarakat menggunakan akal sehat untuk mencerna logika di balik rumor tersebut. Baginya, seluruh perjalanan karier politiknya hingga berhasil menjabat sebagai Wali Kota Samarinda dua periode tidak lepas dari karpet merah dan dukungan penuh yang diberikan oleh Partai Gerindra. Oleh sebab itu, ia merasa tidak masuk akal jika dirinya berniat membelot ke partai lain.

Lebih jauh, politisi senior ini menduga ada motif terselubung di balik embusan isu miring ini. Ia mengendus adanya pihak-pihak tertentu yang merasa tidak senang atau terganggu dengan posisi serta reputasi politiknya saat ini. Namun, ia memilih menyikapinya dengan santai dan tidak ingin ambil pusing.

"Kalau ada orang yang tidak senang dengan saya, itu bukan masalah saya. Itu masalah dia. Yang penting bukan saya yang tidak suka kepada dia," ujarnya bernada sindiran.  Andi Harun juga melontarkan kritik menohok terhadap fenomena politik tidak sehat yang menghalalkan segala cara demi syahwat kekuasaan. Menurut figur yang sudah berkecimpung lebih dari 30 tahun di dunia politik ini, strategi menjatuhkan figur lain demi memuluskan kepentingan pribadi adalah tindakan yang sangat tidak jantan.

"Kalau ingin maju lalu menyingkirkan orang lain dengan segala cara, itu bukan politik yang benar. Itu tidak gentle, licik, bahkan berdosa kalau dilakukan untuk menjatuhkan orang lain," kata Andi Harun mengingatkan.

Di akhir penyataannya, ia juga menyentil soal tingginya biaya politik yang kerap memicu tindakan korupsi bagi pejabat publik saat menjabat. Andi Harun menegaskan dirinya menolak keras praktik high-cost politics dan lebih memilih mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya untuk masa depan pendidikan anak-anak serta keluarga. Baginya, amanah sebagai Wali Kota Samarinda saat ini sudah lebih dari cukup dan wajib dituntaskan dengan penuh rasa tanggung jawab tanpa harus terdistraksi oleh ambisi politik yang berlebihan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#andi harun