Jalan Poros Samarinda – Bontang kembali memakan korban. Kecelakaan maut terjadi di tanjakan simpang Jalan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, pada Selasa (4/3) malam. Sebuah motor trail Honda CRF nopol KT 2*** RDI terlibat tabrakan dengan Toyota Hilux nopol KT 8*** ZG.
Benturan hebat antara dua kendaraan berbeda bobot ini berakhir tragis. Pengendara motor tewas seketika, sementara sopir Toyota Hilux dalam kondisi kritis setelah mengalami benturan di kepala. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas insiden tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kecelakaan bermula ketika Toyota Hilux yang dikemudikan BSH (45) melaju dari arah Muara Badak menuju Samarinda. Saat melewati tanjakan di simpang Jalan Serayu, Bayu diduga berusaha mendahului sebuah truk dengan berpindah ke jalur kanan.
Namun, dari arah berlawanan, sebuah motor trail melaju dengan kecepatan tinggi. Posisi kendaraan yang terlalu dekat membuat tabrakan tak terelakkan. “Saat itu, kondisi jalan cukup gelap, dan tanjakan di lokasi memang cukup tajam. Saat mobil Hilux keluar jalur untuk menyalip, dari arah berlawanan muncul motor trail. Tidak ada waktu bagi keduanya untuk menghindar,” jelas Teguh, anggota FKPM Tanah Merah, yang ikut mengevakuasi korban.
Benturan dahsyat membuat pengendara motor terpental beberapa meter. Motor Honda CRF yang dikendarainya remuk di bagian depan. Sementara itu, Toyota Hilux masih melaju tanpa kendali sejauh 200 meter sebelum akhirnya berhenti setelah menabrak pembatas jalan.
Ketika warga dan tim relawan FKPM tiba di lokasi, pengendara motor ditemukan sudah tidak bernyawa dengan luka serius di bagian kepala dan tubuhnya. Sementara sopir Toyota Hilux tergeletak di dalam mobil dengan kondisi tak sadarkan diri akibat benturan keras di kepalanya.
“Kami langsung mengevakuasi keduanya ke rumah sakit, tapi pengendara motor dinyatakan meninggal dunia begitu tiba di IGD RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS),” tambah Teguh.
Kasus ini semakin rumit karena identitas pengendara motor belum diketahui. Saat polisi memeriksa tubuh korban, tidak ditemukan kartu identitas maupun dokumen lainnya. Namun, berdasarkan hasil penelusuran awal, motor trail yang dikendarai korban diketahui terdaftar atas nama IB, warga Jalan Poros Samarinda-Bontang.
“Kami masih mencoba menghubungi pihak keluarga pemilik motor untuk memastikan apakah korban adalah pemilik kendaraan atau orang lain yang menggunakannya,” ujar Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode, melalui Kanit Lakalantas Iptu Javier Syukur.
Polisi menduga kecelakaan ini terjadi akibat kelalaian pengemudi Toyota Hilux yang memaksakan diri untuk mendahului kendaraan di lokasi yang berbahaya. “Jalur di tanjakan seperti itu memang rawan. Pengemudi Hilux mengambil risiko dengan menyalip di area yang tidak seharusnya. Ini menjadi pelajaran bagi pengendara lain agar lebih berhati-hati,” tegas Javier.
Saat ini, polisi telah mengamankan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Mobil Toyota Hilux mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan, sementara motor Honda CRF hampir hancur total.
Pihak kepolisian juga berencana meminta keterangan dari BSH, sopir Toyota Hilux, setelah kondisinya membaik. Hingga saat ini, ia masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka serius yang dideritanya.
“Kami masih menunggu sopir Hilux sadar untuk dimintai keterangan. Kami juga terus mencari identitas pasti dari korban motor,” lanjut Javier. Selain itu, polisi akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait kemungkinan faktor lain yang berkontribusi terhadap kecelakaan ini, seperti kecepatan kendaraan, kondisi jalan, serta faktor pencahayaan di lokasi kejadian.
Jalan Poros Samarinda – Bontang selama ini dikenal sebagai jalur dengan tingkat kecelakaan tinggi. Medan yang menanjak dan minim pencahayaan sering kali menjadi faktor penyebab kecelakaan fatal.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama di area rawan kecelakaan seperti ini. Jangan memaksakan menyalip jika kondisi tidak memungkinkan,” ujar Javier.
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali korban untuk segera melapor ke Polresta Samarinda guna membantu proses identifikasi.
Hingga kini, kasus kecelakaan maut ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Polisi berjanji akan mengungkap seluruh fakta yang terjadi serta menindaklanjuti jika ada unsur kelalaian dalam insiden ini. (kis/nha)
Editor : Indra Zakaria