Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dugaan Penambangan Batu Bara Ilegal di Jalan Ampera Menguat, Galian Mencurigakan di Palaran Mendadak Berhenti

Redaksi • Kamis, 3 Juli 2025 - 10:45 WIB
Galian tambang di sekitar Rawa Makmur.
Galian tambang di sekitar Rawa Makmur.

SAMARINDA- Dugaan adanya aktivitas penggalian untuk mengeruk batu bara di pinggir Jalan Ampera, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, semakin menguat. Faktanya, usai kepergok, aktivitas di lahan milik Timur Jaya itu langsung berhenti.

Tidak adanya lagi kegiatan pemangkasan bukit maupun penggalian tanah di lokasi tersebut juga dibenarkan oleh Lurah Rawa Makmur, M. Yulian Mustofa. Ia mengaku sudah mengonfirmasi langsung kepada pekerja di lapangan terkait tudingan penggalian batu bara pada Selasa (1/7/2025) lalu.

“Ya, sudah tidak ada kegiatan di lokasi itu,” tegasnya, Rabu (2/7/2025). Yulian juga menyebut lubang bekas galian lama yang sempat memicu dugaan aktivitas tambang di pinggir jalan itu sudah ditutup.

“Sudah ditutup lubangnya yang kemarin terlihat singkapannya. Dan memang mereka berniat menutup lubang itu saja, karena lubang itu sudah lama,” ujar Yulian.

Saat ditanya soal izin galian C, karena penjaga di lapangan mengaku hanya mengambil tanah dan batu padas untuk dijual, Yulian mengatakan izin tersebut masih dalam pengurusan. “Setelah saya konfirmasi kembali, diakui masih dalam proses. Mungkin karena itu juga mereka tidak melanjutkan lagi kegiatannya,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, dugaan aktivitas pengerukan batu bara ditemukan di pinggir jalan poros Palaran. Sekilas dari pinggir jalan memang tidak tampak ada aktivitas penggalian karena ekskavator terlindung gunungan tanah dekat jalan.

Saat awak media mendekat ke lokasi, mereka dipertemukan dengan seorang penjaga yang bertugas mencatat dump truk keluar-masuk area galian. Penjaga tersebut mengaku aktivitas mereka hanya sebatas mengambil tanah dan batu padas untuk dijual ke warga. (oke/beb)

 

Editor : Indra Zakaria