Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pasien Akhiri Hidup di Jendela Rumah Sakit AWS Samarinda, CCTV akan Diperiksa

Redaksi • Selasa, 8 Juli 2025 | 10:31 WIB
Jenazah korban dievakuasi.
Jenazah korban dievakuasi.

SAMARINDA - Suasana di RSUD A.W. Sjahranie mendadak gempar, Minggu (6/7/2025) petang. Seorang pasien ditemukan tewas tergantung di ruang perawatan. Korban diketahui bernisial US (68), warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kematian tragis itu terjadi di Ruang Angsoka sekitar pukul 17.42 Wita. Korban ditemukan oleh tenaga medis dalam kondisi tergantung di jendela ventilasi menggunakan sarung yang dililitkan ke besi pengganjal jendela kamar.

Kapolsekta Samarinda Ulu, AKP Wawan Setiawan, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan kronologi berdasarkan hasil pemeriksaan di tempat kejadian.

“Petugas medis yang sedang kontrol menemukan korban sudah tergantung di kamar. Sarung dililitkan ke ventilasi, dan terdapat kursi plastik yang diduga digunakan sebagai pijakan. Setelah diturunkan dan diperiksa oleh dokter jaga, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” terang Wawan, Senin (7/7/2025).

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, SU memiliki riwayat penyakit gagal ginjal dan komplikasi, serta diketahui sering mengalami depresi akibat penyakitnya. Bahkan, korban pernah menyampaikan niat mengakhiri hidup kepada anaknya.

“Dari keterangan keluarga, korban sudah lama menderita sakit dan sempat mengatakan ingin mengakhiri hidup. Ini memperkuat dugaan bahwa korban meninggal akibat bunuh diri,” tambah Wawan.

Pihak kepolisian tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 Wita untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti sarung korban, kursi plastik, serta rekaman CCTV dari kamar 2002.

Jenazah SU kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Sjahranie untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Pemeriksaan medis tidak menunjukkan bekas kekerasan fisik. Dugaan kuat SU murni melakukan gantung diri. Namun tetap akan kami dalami untuk memastikan,” tegas Kapolsekta.

PERIKSA CCTV

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, dr Jaya Mualimin, angkat bicara soal tragedi ini. Ia menegaskan, pihaknya telah menerima laporan awal dari manajemen rumah sakit, dan mendorong agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh. 

“Kita perlu memastikan penyebab pasti bunuh dirinya, apakah murni karena beban penyakit yang diderita atau ada faktor eksternal lain yang memicu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (7/7/2025).

Salah satu sorotan utama yang kini mengemuka adalah soal fungsi kamera pengawas (CCTV) di dalam kamar perawatan. Menurut dr Jaya, pihaknya belum memperoleh penjelasan rinci terkait keberadaan dan rekaman CCTV di kamar tempat korban ditemukan meninggal. “Saya belum dapat laporan detail apakah di kamar tersebut terpasang CCTV atau tidak. Laporan tertulis dari pihak rumah sakit sedang kami tunggu, sebagai bagian dari evaluasi mutu dan keselamatan pasien,” tegasnya.

Tak hanya soal pengawasan visual, dr Jaya juga menyoroti aspek administratif pasien. Hingga kini, belum diketahui secara pasti apakah korban terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. “Informasi soal itu masih kami gali. Tapi kalau benar pasien punya riwayat kanker atau penyakit berat lain, besar kemungkinan dijamin BPJS. Penyakit-penyakit berat seperti kanker memang bisa sangat memengaruhi psikologis pasien,” tambahnya.

dr Jaya menyebut, pasien dengan kondisi penyakit kronis seperti kanker, gagal ginjal, atau komplikasi berat memang memiliki risiko tinggi mengalami depresi dan rasa putus asa. Ia mengutip data bahwa sekitar 60 persen pasien kanker berpotensi mengalami keinginan untuk mengakhiri hidup.

“Inilah yang seharusnya jadi perhatian kita bersama. Bukan hanya pengobatan fisik, tapi juga pendekatan mental dan psikososial harus ditingkatkan dalam layanan rumah sakit,” tandasnya. (kis/nha)

Editor : Indra Zakaria