Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dulu di Sekitaran Jembatan Mahakam Samarinda Masih Banyak Bekantan

Indra Zakaria • Rabu, 13 Agustus 2025 - 21:30 WIB
Proses evakuasi bekantan liar yang ditangkap petugas Damkar Samarinda sebelum dibawa tim BKSDA Kaltim ke hutan cagar alam, Senin (11/8/2025). OKE/SAPOS
Proses evakuasi bekantan liar yang ditangkap petugas Damkar Samarinda sebelum dibawa tim BKSDA Kaltim ke hutan cagar alam, Senin (11/8/2025). OKE/SAPOS

SAMARINDA- Kehadiran seekor bekantan yang memasuki permukiman warga di Samarinda baru-baru ini diduga kuat disebabkan oleh kehilangan habitat alaminya. Fenomena ini menjadi alarm bagi kelestarian satwa endemik Kalimantan tersebut di tengah maraknya alih fungsi lahan.

Kepala Resort Kutai Kartanegara–Samarinda, Ahmad Rifai menduga bekantan tersebut tersesat dan terpisah dari kelompoknya. "Dulu di sekitar Jembatan Mahakam masih ada habitatnya. Namun, karena terjadi alih fungsi lahan, kemungkinan bekantan ini tersesat dan terpisah dari kelompoknya," jelasnya.

Menurut Rifai, bekantan adalah satwa yang memiliki habitat di pesisir dan hutan mangrove. Satwa ini sangat sensitif dan mudah stres, terutama jika bagian hidungnya disentuh. Makanan utamanya adalah pucuk-pucuk daun, bukan buah-buahan seperti anggapan sebagian orang. Ia menambahkan, populasi bekantan di Kalimantan Timur sebenarnya cukup banyak, meskipun jumlah terbesar berada di Kalimantan Selatan.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Konversi lahan yang terus menerus tanpa pertimbangan ekologi akan mengancam keberlangsungan hidup satwa liar, memaksa mereka untuk mencari makan hingga ke area tempat tinggal manusia. (*)

Editor : Indra Zakaria