Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Mengenal Muhammad Akbar Yusuf, Atlet Karate Samarinda dengan Cita-cita Mengabdi

Muhamad Yamin • 2025-09-24 22:21:00
M Akbar Yusuf
M Akbar Yusuf

PROKAL.CO, SAMARINDA - Perjalanan karier Muhammad Akbar Yusuf di dunia karate kian bersinar. Atlet muda asal Samarinda ini baru saja menambah koleksi prestasinya dengan meraih medali perak pada Piala Panglima 2025 di Balikpapan, akhir September lalu.

Meski gagal merebut emas setelah kalah di final dari atlet asal Nusa Tenggara Timur, Lorenso Daseto Rodriquez, perjalanan Akbar menuju podium patut diapresiasi. Ia menyingkirkan sejumlah lawan tangguh sejak babak awal, termasuk mengalahkan Trio Anygrah dari perguruan LEMKARI Garuda TNI dengan skor 2-0. “Saya bersyukur atas capaian terbaru saya di ajang nasional ini,” ujar Akbar, Selasa (23/9/2025).

Pencapaian di Piala Panglima bukanlah medali pertamanya. Dalam dua tahun terakhir, Akbar konsisten mengoleksi prestasi dari berbagai kejuaraan, baik tingkat provinsi maupun nasional. Beberapa di antaranya yakni juara I Wali Kota Cup, juara II Kejurnas Inkanas, juara I Piala Pangdam, serta juara III Kejuaraan Provinsi Piala Gubernur untuk kategori senior putra.

Kecintaan Akbar terhadap karate bermula ketika duduk di bangku kelas III SD, awalnya hanya karena ikut-ikutan teman. Namun, dorongan ayahnya yang juga mantan karateka bersabuk hitam membuatnya bertahan. “Dulu saya sempat ingin berhenti saat kelas VI SD, tapi bapak menahan saya. Katanya saya harus lanjut, dan itu yang membuat saya tetap bertahan,” kenangnya.

Di tengah kesibukan sebagai atlet, Akbar kini juga dikenal sebagai barista di salah satu kafe di Samarinda, Harmo Coffee. Pekerjaan itu ia jalani sejak 1 Agustus 2025, tidak lama setelah lulus dari SMA Negeri 5 Samarinda.

M Akbar Yusuf
M Akbar Yusuf

Awalnya, ia mengaku kesulitan mencari pekerjaan yang tidak mengganggu jadwal latihan. Namun, menjadi barista memberinya ruang untuk menyeimbangkan keduanya. “Kerja jadi barista tantangannya membagi waktu dengan latihan. Tapi saya harus bisa, supaya tetap berprestasi dan bisa membawa nama Indonesia ke level internasional,” katanya.

Selain menekuni karate, Akbar memiliki cita-cita besar menjadi anggota Polri atau TNI. Keinginan itu muncul sejak ia berusia sembilan tahun. “Sejak kecil saya ingin jadi polisi atau tentara. Motivasinya sederhana, ingin melayani masyarakat, menjaga keamanan, dan yang terpenting membuat orang tua bangga,” ujarnya.

Bagi Akbar, karate bukan sekadar olahraga, melainkan sarana membentuk mental, disiplin, dan ketangguhan yang dibutuhkan untuk menggapai cita-citanya. “Saya percaya tidak ada kesuksesan tanpa usaha maksimal dan doa. Selama ada kesempatan, saya ingin terus berprestasi sekaligus mewujudkan cita-cita,” tuturnya.(*)

Editor : Indra Zakaria