SAMARINDA- Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda bergerak cepat menata kembali skema keberangkatan kapal angkutan penumpang dan barang kebutuhan pokok (bapokting) rute Samarinda–Kutai Barat–Mahakam Ulu. Langkah ini diambil menyusul rampungnya rekomendasi pembelian BBM subsidi bagi 13 kapal, sementara 10 kapal lainnya masih tertahan dalam proses administrasi.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan bahwa penataan jadwal keberangkatan menjadi krusial agar tidak terjadi kekosongan layanan transportasi ke wilayah pedalaman. Dishub meminta Organisasi Angkutan Mahakam Ulu (Orgamu) segera melakukan konsolidasi internal guna menyusun jadwal terbaru yang lebih seimbang.
Ketimpangan jumlah kapal yang sudah dan belum mengantongi izin subsidi dikhawatirkan dapat merugikan masyarakat di Kutai Barat dan Mahakam Ulu jika tidak dikelola dengan baik. Sebagai solusi jangka pendek, Manalu menawarkan opsi pertukaran jadwal. Kapal yang sudah masuk dalam daftar penerima subsidi diperbolehkan menggantikan posisi keberangkatan kapal yang izinnya belum terbit, asalkan disepakati secara kolektif oleh para pemilik kapal.
"Tujuannya adalah agar pelayanan angkutan tetap berjalan normal. Jangan sampai masyarakat di hulu dirugikan karena jadwal yang berantakan atau tidak adanya kapal yang berangkat," ujar Manalu.
Untuk proses pengisian bahan bakar, mekanisme pengambilan tetap diarahkan ke SPBB di Jalan H Jahrah, Samarinda Seberang, sebagaimana prosedur tahun-tahun sebelumnya. Dishub berharap sisa 10 kapal yang masih dalam tahap pengurusan rekomendasi dapat segera tuntas agar kapasitas angkut logistik menuju Mahakam Ulu kembali maksimal.
Melalui pengaturan jadwal yang ketat dan komunikasi intensif antara pemerintah serta pemilik kapal, Dishub optimistis distribusi kebutuhan pokok ke wilayah hulu tetap terjaga, meskipun proses transisi administrasi BBM subsidi masih berlangsung. (*)
Editor : Indra Zakaria