Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Baut Jembatan Perniagaan Samarinda Hilang Dicuri, Dinas PUPR Pastikan Struktur Masih Aman

Redaksi Prokal • 2026-02-13 08:00:00
Kondisi baut di bawah Jembatan Perniagaan. (MELI/SAPOS)
Kondisi baut di bawah Jembatan Perniagaan. (MELI/SAPOS)

 

SAMARINDA – Aksi pencurian komponen infrastruktur kembali meresahkan warga Kota Tepian. Sejumlah baut di bagian bawah Jembatan Perniagaan yang menghubungkan kawasan Jalan AM Sangaji dilaporkan hilang, hingga memicu kekhawatiran masyarakat setelah rekaman kondisinya tersebar luas di media sosial. Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera mengambil langkah cepat untuk menjamin keselamatan pengguna jalan.

Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Samarinda, Hendra Gunawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan sejak laporan tersebut mencuat. Dari hasil inspeksi pada Kamis (12/2/2026), petugas menemukan adanya kehilangan baut pada dua sisi di bagian bawah jembatan, yang posisinya identik dengan informasi yang viral di masyarakat.

Sebagai langkah penanganan awal, Dinas PUPR langsung melakukan perbaikan darurat dengan memasang kembali baut-baut yang hilang. Hendra menjelaskan bahwa tindakan protektif ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya pergeseran atau penurunan struktur jembatan yang lebih parah di masa mendatang. Meskipun terdapat beberapa titik yang kosong, ia memastikan bahwa secara umum stabilitas jembatan masih dalam batas aman dan belum menunjukkan tanda-tanda kerusakan struktur yang fatal.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan menyeluruh untuk mengetahui jumlah pasti komponen yang dicuri serta total kerugian yang dialami. Pemeriksaan mendalam direncanakan akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, mencakup area dalam yang belum terjangkau pada inspeksi pertama. Selain itu, koordinasi dengan pimpinan tengah dilakukan untuk menentukan apakah diperlukan kajian teknis lebih lanjut terhadap kekuatan jembatan tersebut.

Guna mengantisipasi terulangnya aksi pencurian di masa depan, Dinas PUPR Samarinda tengah mempertimbangkan opsi pengamanan tambahan di area kolong jembatan. Beberapa rencana yang mencuat antara lain adalah pemasangan pagar pengaman atau pembatasan akses masuk ke area bawah jembatan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir niat oknum tidak bertanggung jawab yang ingin merusak fasilitas publik demi kepentingan pribadi. (*)

Editor : Indra Zakaria