PROKAL.CO, SAMARINDA- Menjelang bulan suci Ramadan 2026, Perum Bulog Kantor Cabang Samarinda mengeluarkan pernyataan resmi untuk menenangkan kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan bahan pokok. Dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi di wilayah Kalimantan Timur, Bulog memastikan bahwa cadangan pangan saat ini berada dalam posisi yang sangat aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga di seluruh kabupaten serta kota.
Kepala Cabang Bulog Samarinda, Adi Yanuar, menegaskan bahwa stok yang tersimpan di gudang mencapai angka yang signifikan, yakni sekitar 18.405 ton beras medium dan 621 ton beras premium. Dengan volume sebesar itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas ibadah tanpa perlu melakukan aksi borong atau panic buying yang justru dapat mengganggu keseimbangan harga di pasar.
Guna memastikan keterjangkauan harga, Bulog juga mengambil langkah proaktif melalui partisipasi dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia. Mulai Jumat, 13 Februari 2026, berbagai komoditas pangan akan disalurkan ke titik-titik pasar murah yang tersebar di wilayah Kaltim, termasuk melalui gudang-gudang resmi Bulog. Langkah ini menjadi strategi utama dalam menekan laju inflasi yang sering kali melonjak menjelang hari besar keagamaan.
Distribusi pangan pun kini menjangkau hingga wilayah terjauh, seperti Mahakam Ulu, guna meredam lonjakan harga yang sempat terjadi di daerah pedalaman. Dengan pengawasan ketat bersama Satgas Pangan dan pemerintah daerah, Bulog berkomitmen menjaga keseragaman harga dan ketersediaan stok hingga Hari Raya Idulfitri mendatang. Masyarakat kini dapat memperoleh produk Bulog dengan lebih mudah, baik di pasar tradisional, ritel modern, maupun melalui agenda pasar murah pemerintah. (*)
Editor : Indra Zakaria