SAMARINDA- Rencana pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) hingga kini masih menjadi teka-teki bagi warga Samarinda. Meskipun kebutuhan akan penerangan di jalur penghubung Samarinda Seberang dan pusat kota ini dinilai sangat mendesak demi keselamatan pengguna jalan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengaku masih harus menyesuaikan langkah dengan kesiapan anggaran daerah serta proses internal di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengungkapkan bahwa proyek penerangan jembatan tersebut sebenarnya telah masuk dalam agenda kerja prioritas pemerintah daerah. Namun, ia tidak menampik bahwa realisasi di lapangan sangat bergantung pada prosedur teknis dan ketersediaan fiskal. Pemerintah menyadari sepenuhnya kekhawatiran masyarakat terkait kondisi jembatan yang gelap gulita saat malam hari, yang tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas tetapi juga kerawanan keamanan pasca-insiden ditabraknya pilar jembatan oleh tongkang beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, Dinas PUPR Kaltim memberikan penjelasan lebih rinci mengenai skala prioritas saat ini. Kepala Dinas PUPR Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menyebutkan bahwa alokasi dana yang tersedia sekarang masih difokuskan pada pemasangan kamera pengawas atau CCTV di kawasan Jembatan Mahulu. Meskipun keterbatasan anggaran menjadi faktor penghambat utama pengadaan lampu jalan, pihaknya tetap mengupayakan agar PJU dapat terealisasi pada tahun 2026 ini jika kondisi keuangan daerah memungkinkan.
Upaya percepatan terus didorong melalui koordinasi lintas instansi agar dampak keamanan lalu lintas dapat segera dirasakan oleh publik. Pemerintah Provinsi kini tengah melakukan penghitungan ulang terhadap kemampuan fiskal guna memastikan apakah pengadaan infrastruktur lampu tersebut dapat segera dilelang. Bagi warga yang melintasi Jembatan Mahulu, harapan akan perjalanan yang lebih terang dan aman kini bergantung pada hasil sinkronisasi anggaran yang tengah digodok oleh tim perencanaan daerah. (*)
Editor : Indra Zakaria