SAMARINDA- Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan bahwa mekanisme Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 tidak akan mengalami perubahan signifikan. Pola penerimaan yang mencakup jalur zonasi, afirmasi, prestasi, serta perpindahan tugas orang tua tetap mengacu pada ketentuan tahun sebelumnya, sembari menunggu petunjuk teknis mendalam dari pemerintah pusat.
Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menjelaskan bahwa keputusan untuk mempertahankan pola lama diambil berdasarkan hasil evaluasi sementara yang menunjukkan sistem tersebut masih relevan untuk diterapkan. Meski mekanismenya serupa, fokus utama pemerintah tahun ini terletak pada peningkatan keandalan infrastruktur digital guna menjamin kelancaran proses pendaftaran daring bagi para calon peserta didik.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melakukan peninjauan ulang terhadap aplikasi pendaftaran "Simawar". Bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda, pemerintah berencana memanfaatkan teknologi dari Amazon Web Services (AWS) untuk memperkuat stabilitas sistem. Penggunaan server global ini diharapkan mampu meminimalkan gangguan teknis atau crash saat aplikasi diakses secara massal oleh ribuan pendaftar dalam waktu bersamaan.
Rangkaian rapat teknis lintas perangkat daerah telah mulai digelar untuk mematangkan kesiapan internal. Selain aspek digital, Disdikbud juga tetap mengedepankan transparansi dengan melibatkan unsur kepolisian, kejaksaan, serta tim pengawas pemerintah daerah dalam mengawal jalannya SPMB. Mekanisme pengawasan ketat ini dipertahankan guna memastikan proses seleksi berjalan adil dan sesuai aturan yang berlaku.
Terkait jadwal pelaksanaan, sosialisasi intensif kepada pihak sekolah dan masyarakat direncanakan akan dimulai satu hingga dua bulan sebelum pembukaan pendaftaran yang diprediksi jatuh pada Juni mendatang. Dengan model yang tidak banyak berubah, pihak sekolah diharapkan dapat lebih cepat beradaptasi dalam melayani para orang tua murid. Pemerintah optimis bahwa kolaborasi teknologi dan pengawasan yang matang akan membuat pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. (*)
Editor : Indra Zakaria