Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pasca Insiden Luka Balita, Manajemen RSUD AWS Samarinda Bongkar Sistem Komunikasi dan Perkuat Audit Internal

Redaksi Prokal • Selasa, 7 April 2026 - 15:30 WIB
 Wakil Direktur Penunjang RSUD AWS, dr. Mazniati memberikan keterangan kepada awak media.
Wakil Direktur Penunjang RSUD AWS, dr. Mazniati memberikan keterangan kepada awak media.

 

PROKAL.CO- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda kini tengah menjadi sorotan tajam usai mencuatnya kasus luka serius pada bagian tangan seorang balita saat menjalani perawatan. Menanggapi situasi tersebut, manajemen rumah sakit milik Pemprov Kaltim ini menyatakan tidak hanya fokus pada pemulihan medis sang pasien, tetapi juga mulai melakukan evaluasi radikal terhadap sistem pelayanan dan pola komunikasi tenaga kesehatan di lapangan.

Wakil Direktur Penunjang RSUD AWS, dr. Mazniati, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan audit internal menyeluruh untuk membedah prosedur yang telah dijalankan. Ia mengakui bahwa keterbukaan informasi menjadi titik krusial yang harus diperbaiki agar tidak terjadi jurang kesalahpahaman antara tim medis dan keluarga pasien di masa mendatang.

“Kami pastikan semua tindakan dilakukan sesuai standar. Namun, evaluasi ini sifatnya menyeluruh, tidak hanya dari sisi tindakan medis, tetapi juga prosedur pelayanan yang ada,” ujar dr. Mazniati dalam keterangannya, Senin sore.

Insiden ini bermula saat bayi berusia tiga bulan tersebut dilarikan ke IGD pada awal Maret lalu akibat dehidrasi berat. Drama bermula ketika pemasangan infus berpindah dari tangan kiri ke tangan kanan, yang kemudian disusul dengan perubahan kondisi fisik pasien secara drastis. Bayi malang tersebut dilaporkan terus menangis kesakitan, mengalami pembengkakan hebat hingga ke bagian dada, serta munculnya lepuhan dan perubahan warna kulit menjadi gelap pada area bekas infus.

Menanggapi keluhan keluarga terkait dugaan malpraktik tersebut, dr. Mazniati menekankan pentingnya edukasi medis yang searah. Ia berkomitmen agar setiap tahapan tindakan medis yang berisiko tinggi harus dipahami sepenuhnya oleh keluarga pasien guna menghindari persepsi yang keliru.

“Kami terus berupaya meningkatkan edukasi kepada keluarga pasien. Informasi medis harus dipahami bersama agar tidak terjadi persepsi yang berbeda,” jelasnya menambahkan.

Saat ini, kondisi balita tersebut dilaporkan mulai menunjukkan tren positif di bawah pemantauan intensif tim dokter spesialis. Sembari menunggu tindakan operasi lanjutan yang direncanakan untuk memperbaiki kerusakan jaringan pada tangan pasien, manajemen RSUD AWS memohon doa dari masyarakat agar proses pemulihan berjalan lancar tanpa komplikasi lebih lanjut. Di sisi lain, desakan dari berbagai lembaga perlindungan anak agar rumah sakit bertanggung jawab penuh atas insiden ini terus mengalir, seiring dengan berjalannya proses investigasi internal. (*)

Editor : Indra Zakaria
#RSUD AWS Samarinda