SAMARINDA – Tabir gelap yang menyelimuti aksi tabrak lari beruntun oleh mobil Daihatsu Terios putih bernomor polisi KT 15xx CK mulai tersingkap. Pihak kepolisian kini mengungkap fakta mengejutkan mengenai pemicu awal yang membuat tersangka IS (29) nekat memacu kendaraannya secara membabi buta hingga menewaskan satu orang pengguna jalan.
Berdasarkan penyelidikan terbaru, insiden berdarah ini ternyata bermula dari sebuah pertemuan singkat di sebuah swalayan. Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, membeberkan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, pelaku IS sempat bertemu dengan seorang perempuan yang dikenalnya melalui aplikasi media sosial. Namun, pertemuan tersebut mendadak berubah menjadi situasi mencekam bagi pelaku.
"Dari informasi yang kami terima, yang bersangkutan sempat didatangi dua orang pria saat berada di swalayan tersebut. Di sana diduga terjadi pengancaman terhadap pelaku," ungkap Kompol La Ode, Senin (27/4/2026).
Baca Juga: Pengemudi Terios Maut di Samarinda Ternyata Dokter, Satu Nyawa Melayang Ditabrak
Rasa takut yang luar biasa akibat ancaman tersebut diduga menjadi alasan utama IS melarikan diri menggunakan kendaraannya. Dalam kondisi panik yang tidak terkendali, oknum dokter ini memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, yang kemudian memicu rangkaian kecelakaan di sejumlah ruas jalan utama Samarinda. Pelarian yang didasari rasa terancam itu justru berujung pada petaka bagi warga sipil yang tidak bersalah.
Data terbaru kepolisian mencatat total terdapat enam orang yang menjadi korban dalam tragedi ini. Satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara lima lainnya mengalami luka-luka. Dari lima korban luka tersebut, empat orang telah diizinkan pulang dari rumah sakit, sedangkan satu korban lainnya masih harus menjalani perawatan intensif.
Meski muncul pengakuan terkait dugaan pengancaman di swalayan, Kompol La Ode menegaskan bahwa fokus utama penyidikan saat ini adalah pelanggaran lalu lintas berat yang dilakukan pelaku. Pihak kepolisian tidak akan terjebak pada motif personal pelaku sebagai pembenaran atas hilangnya nyawa orang lain.
"Untuk pengakuan pelaku terkait pengancaman memang ada, namun kami tidak mendalami ke arah sana. Fokus kami tetap pada perkara kecelakaan lalu lintas yang terjadi," tegasnya.
Hingga saat ini, proses hukum terhadap IS terus berjalan dengan pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan secara intensif. Polisi telah memeriksa dua saksi kunci dan memastikan akan mengembangkan kasus ini sesuai prosedur yang berlaku. Publik kini menanti keadilan bagi para korban di tengah fakta-fakta baru yang terus bermunculan dalam kasus yang menggemparkan Kota Tepian ini. (kis/red)
Editor : Indra Zakaria