SAMARINDA – Proyek ambisius Terowongan Samarinda yang telah menelan anggaran hampir setengah triliun rupiah kini memasuki babak akhir. Meski secara fisik infrastruktur tersebut tampak sudah kokoh berdiri, masyarakat masih harus sedikit bersabar untuk bisa melintasi jalur tersebut. Persoalan perizinan dari pemerintah pusat menjadi kunci utama mengapa terowongan ini belum kunjung difungsikan.
Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD Samarinda baru-baru ini melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kesiapan infrastruktur sebelum resmi dibuka untuk publik. Fokus utama kunjungan ini adalah mengevaluasi perbaikan akses jalan di sisi outlet, tepatnya di Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, yang sebelumnya sempat menjadi catatan kritis.
Wakil Ketua Pansus LKPj Tahun Anggaran 2025, Abdul Rohim, memberikan kabar positif terkait kesiapan jalur tersebut. Menurutnya, rekomendasi mengenai pelebaran akses keluar terowongan yang disampaikan pada tahun sebelumnya telah ditindaklanjuti dengan baik oleh pemerintah daerah.
"Dari hasil pengecekan, jalur outlet sudah diperlebar sesuai rekomendasi. Jadi, untuk urusan fisik jalan di sisi tersebut sudah tidak ada masalah," ungkap Rohim saat memantau lokasi, Senin (24/4).
Secara teknis dan struktur, pihak legislatif menilai terowongan ini sebenarnya sudah layak untuk mulai dioperasikan. Namun, terdapat prosedur keamanan yang wajib dipenuhi, yakni uji kelayakan dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Saat ini, Pemerintah Kota Samarinda tengah mendorong percepatan proses izin operasional di tingkat pusat agar fasilitas strategis ini tidak terlalu lama menganggur.
Kehadiran terowongan ini memang sudah lama dinantikan oleh warga Samarinda sebagai solusi konkret dalam mengurai kemacetan parah yang kerap terjadi di kawasan Gunung Manggah. Selain mendukung konektivitas antarwilayah, operasional terowongan ini dianggap penting mengingat besarnya investasi yang telah dikeluarkan.
Pansus DPRD berharap, setelah semua rekomendasi teknis terpenuhi dan izin operasional dikantongi, terowongan ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal. "Ini proyek besar yang menjadi perhatian publik. Harapannya bisa segera difungsikan untuk mendukung mobilitas masyarakat," pungkas Rohim. (*)
Editor : Indra Zakaria