SAMARINDA — Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Rakyat Kalimantan Timur kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Kamis (21/5/2026) siang. Dalam aksi tersebut, massa mendesak Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud turun langsung menemui demonstran.
Aksi berlangsung panas dengan pembakaran ban di depan kantor gubernur. Massa bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, termasuk penggunaan anggaran daerah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Dalam orasinya, massa mengaku kecewa terhadap kepemimpinan Rudy Mas’ud. Mereka menilai nama gubernur lebih banyak menjadi sorotan di media sosial karena kontroversi, bukan karena capaian kerja untuk masyarakat.
Demonstran menyinggung pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar serta renovasi rumah jabatan gubernur yang disebut mencapai Rp25 miliar. Kebijakan tersebut dinilai kontras dengan kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai persoalan ekonomi dan sosial.
“Uang yang digunakan pemerintah itu berasal dari pajak rakyat. Harusnya diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat, bukan fasilitas mewah pejabat,” ujar salah seorang orator dalam aksi.
Massa juga menyoroti munculnya usulan hak angket di DPRD Kalimantan Timur terhadap gubernur. Mereka menilai langkah tersebut muncul karena kepala daerah dianggap tidak maksimal bekerja dan tidak responsif terhadap aspirasi masyarakat.
Selain persoalan fasilitas pejabat, demonstran turut mempersoalkan pemotongan program beasiswa Gratispol akibat kebijakan efisiensi anggaran. Menurut mereka, program pendidikan seharusnya tetap menjadi prioritas karena menyangkut masa depan generasi muda di Kalimantan Timur.
Tak hanya itu, massa juga menyinggung persoalan anggaran BPJS kesehatan bagi masyarakat kecil di Kota Samarinda yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Dalam aksinya, para demonstran meminta Rudy Mas’ud berani menghadapi rakyat secara langsung dan mendengar tuntutan masyarakat.
“Kami ingin gubernur hadir di tengah rakyat, menyelamatkan rakyat Kaltim, bukan justru sibuk dengan fasilitas pribadi,” teriak massa.
Hingga aksi berlangsung, Gubernur Rudy Mas’ud belum menemui massa demonstran. Aparat kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengamankan jalannya aksi. (*)
Editor : Indra Zakaria