PROKAL.CO, SAMARINDA - Peristiwa mencekam terjadi di kawasan Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kamis (28/5/2026) malam. Seorang pria diduga mengamuk, melakukan penganiayaan terhadap rekan kerjanya, hingga membakar bangunan rumah toko (ruko) yang sedang dibangun.
Insiden itu membuat warga sekitar panik. Pelaku bahkan sempat membawa senjata tajam jenis parang dan bahan bakar solar sebelum akhirnya diamankan polisi usai nyaris diamuk massa.
Keributan bermula sekitar pukul 20.00 Wita di proyek pembangunan ruko dua lantai di Jalan Wahid Hasyim 2. Perselisihan antarpekerja proyek diduga dipicu persoalan sepele terkait pembagian daging kurban dan amplop.
Salah seorang pekerja proyek bernama Ni (35) diduga tersinggung saat berbincang dengan rekannya.
Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi, mengatakan korban sebelumnya menerima bagian daging kurban. Pelaku kemudian menanyakan apakah korban juga mendapat amplop.
“Awalnya korban dapat bagian daging kurban. Pelaku menanyakan apakah ada dapat amplop juga, lalu korban jawab tidak ada,” ujar Joko.
Namun jawaban tersebut diduga membuat pelaku emosi hingga terjadi cekcok.
“Mungkin karena pernyataan itu pelaku tersinggung,” katanya.
Dalam kondisi marah, pelaku diduga menyerang korban menggunakan gir besi dan memukul menggunakan sapu. Akibatnya, seorang pekerja mengalami luka di bagian kepala dan tangan.
Tak berhenti di situ, pelaku kemudian diduga membakar material bangunan menggunakan tabung gas LPG. Kobaran api sempat muncul di dalam bangunan proyek dan nyaris membesar.
Sekitar pukul 22.00 Wita, situasi di persimpangan Batu Cermin Jalan KH Wahid Hasyim semakin mencekam. Warga yang khawatir mencoba mengamankan keadaan, namun pelaku justru melakukan perlawanan sambil membawa parang.
Petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi langsung melakukan penyemprotan untuk memadamkan api di dalam ruko.
Usai kebakaran, pelaku sempat melarikan diri dan bersembunyi di semak-semak sekitar lokasi kejadian. Warga kemudian menemukan lokasi persembunyiannya dan langsung melakukan pengejaran.
Pelaku sempat dihajar puluhan warga sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian yang berada di lokasi.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait motif pasti pelaku melakukan penganiayaan dan pembakaran tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria