PROKAL.CO, SAMARINDA – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Samarinda terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga awal Juni 2026, sebanyak 7.827 warga telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dari total sekitar 8.500 orang yang mendaftar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih mengatakan capaian tersebut setara dengan sekitar 92 persen dari total pendaftar yang telah terlayani. Menurut Ismed, CKG merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat yang terus didorong pelaksanaannya di daerah melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama, khususnya puskesmas. "Program ini merupakan program prioritas Presiden. Kami terus aktif melakukan sosialisasi dan pelayanan CKG di fasilitas kesehatan primer," ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Samarinda tidak hanya melaksanakan CKG di puskesmas, tetapi juga mengintegrasikannya dalam berbagai kegiatan masyarakat agar jangkauan layanan semakin luas.
"Kalau ada event atau kegiatan masyarakat, pelayanan CKG juga kami hadirkan sehingga masyarakat lebih mudah mengakses pemeriksaan kesehatan," katanya.
Dinas Kesehatan Samarinda juga berencana memperluas pelaksanaan CKG ke lingkungan sekolah mulai bulan depan. Program tersebut akan digelar bersamaan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan kegiatan penjaringan kesehatan bagi peserta didik baru. "Nanti bulan depan insyaallah CKG untuk anak-anak sekolah akan dilakukan bersamaan dengan imunisasi dan penjaringan kesehatan siswa," jelasnya.
Ismed menuturkan, tujuan utama CKG adalah memperkuat upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan. Melalui program ini, masyarakat dapat mendeteksi lebih dini berbagai faktor risiko penyakit sebelum berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius. Saat ini masyarakat dapat mendaftar layanan CKG melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile. Setelah terdaftar, peserta akan dihubungi dan diarahkan ke fasilitas kesehatan yang sesuai dengan domisili mereka.
"Yang penting masyarakat mendaftar melalui aplikasi SATUSEHAT. Setelah itu akan diregistrasi dan dijadwalkan sesuai wilayah kerja puskesmas terdekat," katanya.
Terkait hasil pemeriksaan yang paling banyak ditemukan, Ismed menyebut keluhan kesehatan gigi masih menjadi kasus yang cukup dominan. Selain itu, ditemukan pula sejumlah faktor risiko penyakit tidak menular yang umumnya berkaitan dengan usia.
"Yang paling banyak ditemukan mengarah ke masalah kesehatan gigi. Kemudian penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes juga cukup banyak ditemukan," ungkapnya.
Dinkes Samarinda berharap partisipasi masyarakat dalam program CKG terus meningkat sehingga upaya deteksi dini penyakit dapat dilakukan lebih luas dan berdampak pada peningkatan derajat kesehatan warga Kota Tepian. (*)
Editor : Indra Zakaria