Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Antisipasi Tempias Hujan, Pemkot Samarinda Rencanakan Pasang Sliding Door di Pasar Pagi

Muhamad Yamin • Minggu, 21 Juni 2026 | 07:30 WIB
Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy.
Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berencana memasang sliding door atau pintu geser di Gedung Pasar Pagi sebagai upaya mengatasi tempias air hujan yang kerap masuk ke dalam bangunan. Rencana tersebut merupakan bagian dari sejumlah pembenahan yang terus dilakukan pemerintah meski gedung baru Pasar Pagi telah mulai ditempati para pedagang. Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy mengatakan saat ini pemerintah masih fokus menyempurnakan berbagai kebutuhan yang muncul setelah aktivitas perdagangan mulai berjalan.

"Pasar Pagi ini sedang kita benahi. Sekarang baru sekitar 1.000 hingga 1.500 pedagang yang masuk (Dari Total 2.500)," ungkap Marnabas saat ditemui awak media, Jumat (19/6/2026). Menurutnya, Pemkot Samarinda telah membentuk tim khusus untuk menginventarisasi berbagai kebutuhan dan kelemahan bangunan yang ditemukan selama masa awal operasional pasar.

Salah satu pekerjaan prioritas yang akan segera dilakukan ialah pemasangan sliding door pada sejumlah titik bangunan.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp3 miliar. Saat ini proses pengerjaan masih berada pada tahap lelang dan dikoordinasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Dinas Perdagangan Samarinda.

Selain pemasangan sliding door, pemerintah juga akan memperbaiki beberapa bagian bangunan yang mengalami kerusakan, termasuk area tangga darurat yang ditemukan mengalami keretakan. "Kalau ada bagian yang retak atau perlu perbaikan tentu akan kita perbaiki," katanya. Marnabas mengakui pemasangan sliding door berpotensi memengaruhi estetika bangunan Pasar Pagi yang sejak awal dirancang dengan konsep terbuka untuk mendukung sirkulasi udara.

Namun demikian, pemerintah menilai kenyamanan pedagang dan pengunjung tetap menjadi prioritas utama. "Jadi memang ada pengaruhnya terhadap estetika dan udara yang masuk, meskipun tidak terlalu banyak," jelasnya.

Menurut Marnabas, persoalan tempias hujan baru muncul setelah pasar mulai ditempati pedagang. Selama hampir dua tahun proses pembangunan berlangsung, kondisi tersebut tidak pernah ditemukan.

Karena itu, desain pemasangan sliding door masih terus disempurnakan agar mampu mengurangi masuknya air hujan tanpa mengganggu sirkulasi udara secara signifikan. Di samping pembenahan tersebut, Pemkot Samarinda juga tengah mengevaluasi pola pergerakan pengunjung di dalam pasar. Hasil evaluasi menunjukkan masyarakat lebih memilih menggunakan eskalator dibandingkan lift yang telah tersedia.

Temuan itu membuat pemerintah mulai mengkaji pembangunan eskalator tambahan dari sisi Jalan Sudirman maupun Jalan Gajah Mada. "(Anggaran) yang besar nanti kalau eskalator (jadi dibangun)," ungkap Marnabas. Ia menegaskan, seluruh pembenahan akan dilakukan secara bertahap seiring hasil evaluasi tim di lapangan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#samarinda