PROKAL.CO-Keluhan masyarakat Samarinda mengenai Jembatan Achmad Amins yang gelap gulita akibat maraknya pencurian kabel penerangan jalan umum (PJU) akhirnya direspons cepat oleh pemerintah setempat. Masalah yang dinilai membahayakan pengguna jalan pada malam hari ini disikapi serius oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda dengan mengalokasikan anggaran fantastis demi mengembalikan hak warga atas jalan yang terang benderang.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan bahwa pihaknya telah mengunci dana sebesar Rp900 juta yang bersumber dari pergeseran anggaran tahun berjalan untuk proyek revitalisasi ini. Proses perbaikan akan segera dimulai begitu dokumen administrasi rampung secara keseluruhan dalam waktu dekat.
"Sudah kami anggarkan tahun ini. Begitu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) hasil pergeseran terbit, kami langsung masuk proses lelang," tegas Hotmarulitua Manalu saat menjelaskan kesiapan jajarannya.
Lebih lanjut, Manalu membeberkan bahwa dana ratusan juta tersebut akan difokuskan penuh untuk menghidupkan kembali lampu-lampu pada tiang PJU yang mati total akibat ulah pencuri. Sementara untuk rencana pemasangan lampu estetis atau pencahayaan tematik, realisasinya akan menyesuaikan kondisi finansial daerah. Menariknya, sistem kelistrikan yang baru nanti sengaja dibuat terpisah dan tidak menyatu dengan badan utama jembatan demi keamanan jangka panjang.
"Kalau dipaksakan menyatu dengan konstruksi utama, kami khawatir justru dapat memengaruhi struktur jembatan," tambah Manalu, menguraikan langkah preventif yang diambil tim teknisnya.
Langkah agresif ini diambil bukan tanpa alasan, sebab aksi kriminalitas di ikon Kota Samarinda tersebut sudah mencapai tahap yang sangat meresahkan. Berdasarkan data resmi dari Dishub Samarinda, total kerugian yang harus ditanggung daerah akibat penjarahan kabel di Jembatan Achmad Amins telah menembus angka Rp360 juta, di mana aksi serupa juga sempat melumpuhkan fasilitas yang sama pada awal tahun 2025 lalu.
Guna memastikan anggaran ratusan juta tersebut tidak berujung sia-sia akibat dijarah kembali, Pemerintah Kota Samarinda kini merapatkan barisan dengan menyusun strategi pengamanan berlapis yang melibatkan kolaborasi antarinstansi. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda akan segera diterjunkan untuk memasang jaringan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik buta yang rawan kejahatan.
Di saat yang sama, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda juga kebagian tugas untuk menutup mati semua celah dan akses ilegal yang biasa digunakan para pencuri untuk menyusup. Melalui perbaikan menyeluruh dan pengamanan ketat lintas sektoral ini, Pemkot Samarinda optimistis Jembatan Achmad Amins akan segera lepas dari jerat kegelapan sekaligus aman dari incaran para pelaku kriminal. (*)
Editor : Indra Zakaria