Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Cara Dinkes Samarinda Pastikan Kesehatan Jemaah Haji Terpantau Sejak Berangkat hingga Pulang

Muhamad Yamin • Senin, 29 Juni 2026 | 08:42 WIB
 Ilustrasi, saat jemaah haji telah tiba di Stadion Segiri Samarinda.
Ilustrasi, saat jemaah haji telah tiba di Stadion Segiri Samarinda.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memastikan kondisi kesehatan jemaah haji asal Kota Tepian terus dipantau sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke daerah asal usai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih mengatakan pemantauan kesehatan dilakukan melalui dua mekanisme, yakni pendampingan langsung oleh Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) selama di Arab Saudi serta pemantauan lanjutan setelah jemaah kembali ke Tanah Air.

"Pendampingan kesehatan haji itu ada dua. Pertama melalui petugas TKHI yang mendampingi setiap kloter selama proses ibadah haji. Kemudian saat jemaah kembali, tim kesehatan kami juga tetap mendampingi sejak tiba di embarkasi hingga kembali ke rumah masing-masing," ucapnya.

Menurutnya, para jemaah juga telah dibekali pengetahuan terkait pemantauan kesehatan sejak mengikuti manasik haji. Karena itu, apabila mengalami gangguan kesehatan setelah kembali ke Samarinda, jemaah diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Ismed menuturkan, mayoritas warga Samarinda telah memiliki kepesertaan jaminan kesehatan sehingga dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan sesuai fasilitas kesehatan yang terdaftar.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan setibanya jemaah di embarkasi. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan tanda-tanda vital untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah setelah menempuh perjalanan dari Arab Saudi.

"Insyaallah untuk kesehatan haji, mulai dari manasik sebelum berangkat, saat di Tanah Suci, hingga pulang ke rumah, semuanya terpantau dengan baik," katanya.

Terkait kondisi jemaah haji asal Samarinda, Ismed menyebut secara umum seluruh jemaah dalam kondisi baik. Meski demikian, terdapat dua jemaah yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji.

Berdasarkan catatan Dinkes, kedua jemaah tersebut diketahui memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

"Yang meninggal memang memiliki penyakit komorbid. Untuk penyebab pastinya nanti akan dilakukan telaah lebih lanjut. Informasi yang kami terima, salah satu jemaah yang meninggal diduga mengalami kelelahan," ungkapnya.

Dinkes Samarinda juga mengimbau seluruh jemaah yang telah kembali ke daerah untuk memperbanyak waktu istirahat, mengingat mayoritas jemaah haji berasal dari kelompok usia pralansia hingga lansia.

"Faktor istirahat sangat penting. Jangan memaksakan diri untuk langsung beraktivitas. Jika ada keluhan kesehatan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat," pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
#samarinda