SAMARINDA — Ancaman keselamatan bagi pengguna jalan yang melintasi kawasan Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) kini semakin mengkhawatirkan. Kerusakan serius tidak lagi hanya ditemukan di atas bentang jembatan, melainkan telah meluas hingga ke area jalan pendekat yang selama ini menjadi urat nadi keluar-masuk Kota Samarinda, khususnya bagi kendaraan berat.
Merespons kondisi yang kian darurat tersebut, pihak Kelurahan Loa Buah bergerak cepat dengan melaporkan kerusakan infrastruktur di wilayah kerja mereka kepada instansi teknis di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Surat resmi yang dilengkapi dengan bukti foto kondisi lapangan telah dikirimkan ke UPTD Pemeliharaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Wilayah II Pemprov Kaltim sejak pertengahan Juni lalu.
Lurah Loa Buah, Budi Hartono, menegaskan bahwa langkah ini diambil agar segera ada penanganan nyata dari pihak terkait demi keselamatan masyarakat luas. Berdasarkan peninjauan lapangan, ia berharap ada tindak lanjut dengan perbaikan segera guna menjamin keamanan serta kelancaran berlalu lintas.
Menurut pantauan pihak kelurahan, hancurnya jalur di wilayah RT 1 Loa Buah tersebut diduga kuat memicu rusaknya aspal yang baru saja dipasang. Rembesan atau genangan air di bawah lapisan perkerasan jalan membuat daya tahan aspal menurun drastis. Masalah ini diperparah oleh tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas di atas jembatan, sehingga aspal hasil perbaikan sebelumnya hanya mampu bertahan dalam hitungan minggu.
Kondisi yang kian mengkhawatirkan ini akhirnya memicu desakan dari warga setempat yang sehari-hari menggantungkan mobilitasnya pada jalur tersebut. Ketua RT 3 Loa Buah, Malik, meminta instansi berwenang untuk tidak menutup mata dan segera melakukan perbaikan secara menyeluruh sebelum kerusakan jalan ini memakan korban jiwa. Ia menegaskan bahwa penanganan yang cepat sangat mendesak karena situasi di lapangan sudah sangat membahayakan para pengendara, terutama bagi mereka yang menggunakan sepeda motor. (*)
Editor : Indra Zakaria