PROKAL.CO, SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda mencatat masih terdapat 387 kursi kosong pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SMP negeri. Kekosongan tersebut tersebar di sekitar 10 sekolah yang hingga kini belum memenuhi kuota penerimaan peserta didik baru.
Kepala Bidang SMP Disdikbud Samarinda, M. Wahidudin mengatakan sekolah-sekolah yang masih memiliki daya tampung diminta tetap menerima calon siswa agar tidak menambah angka Anak Tidak Sekolah (ATS).
"Jangan sampai kemudian menambah daftar ATS. Anak tidak sekolah atau anak putus sekolah itu kewajiban negara untuk difasilitasi," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Menurut Wahidudin, masih banyaknya kursi kosong bukan disebabkan minimnya minat masyarakat, melainkan karena letak sejumlah sekolah berada di kawasan pinggiran dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit.
Sebagai contohnya, beberapa sekolah seperti SMP Negeri 33 Bantuas dan SMP Negeri 19 Sungai Siring yang berada cukup jauh dari pusat permukiman sehingga jumlah pendaftarnya lebih sedikit. Selain itu, terdapat pula sekolah yang lokasinya berdekatan sehingga calon peserta didik terbagi ke beberapa sekolah.
Sementara itu, Disdikbud Samarinda juga masih menelusuri keberadaan 16 calon siswa yang sebelumnya belum memperoleh sekolah. Wahidudin memastikan pihaknya siap menempatkan mereka ke sekolah yang masih memiliki daya tampung apabila orang tua siswa segera melapor.
"Kalau mereka belum mendaftarkan ke sekolah lain, kita siap distribusikan. Yang jadi kendala kami belum mengetahui alamat maupun nomor kontak mereka," jelasnya.
Ia menambahkan, apabila setelah ditawarkan sekolah alternatif para orang tua tetap menolak karena alasan jarak yang terlalu jauh, maka Disdikbud tidak dapat memaksakan penempatan. "Kalau nantinya mereka tidak memenuhi syarat, kemampuan kami juga terbatas," ujarnya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co